- Pimpinan DPR RI mendesak Kemenkeu dan Bank Indonesia segera bersinergi menahan depresiasi nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp18.000.
- DPR meminta pemerintah mengimplementasikan UU P2SK serta menggunakan cadangan devisa untuk melakukan intervensi ekonomi secara nyata dan cepat.
- Langkah pengendalian rupiah mendesak dilakukan agar target nilai tukar tahun 2027 sebesar Rp16.800 hingga Rp17.500 dapat tercapai.
Suara.com - Melemahnya nilai tukar rupiah yang kini menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS mendapat reaksi dari pimpinan DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa, mendesak pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk segera bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) guna menahan laju depresiasi mata uang garuda.
"Kita minta Menteri Keuangan untuk terus solid dengan Bank Indonesia menjalankan fungsi fiskal dan moneter ini. Itu penting yang harus dilakukan segera. Mau siapa yang inisiatif, mau Menteri Keuangan atau BI, segera lakukan konsolidasi fiskal dan moneter," ujar Cucun di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Cucun juga mempertanyakan belum terlihatnya langkah konkret di lapangan, padahal pemerintah dan DPR telah meresmikan UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) yang memberikan ruang bagi otoritas untuk melakukan berbagai skema kreatif dalam menjaga stabilitas ekonomi.
"DPR merekomendasikan kepada pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, untuk segera melakukan konsolidasi. Jika cadangan devisa di BI masih kuat, segera lakukan intervensi untuk menahan laju nilai tukar ini," tegas politisi PKB tersebut.
Senada dengan Cucun, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengingatkan bahwa penanganan serius harus dilakukan saat ini agar tren pelemahan tidak semakin dalam.
Apalagi, pemerintah telah mematok target nilai tukar rupiah pada tahun 2027 di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).
"Untuk bisa mewujudkan nilai tukar rupiah di kisaran itu pada 2027, maka upaya yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang bertanggung jawab," kata Saan.
Saan meyakini pemerintah melalui kementerian terkait tengah berupaya mencegah penurunan lebih lanjut, namun ia menekankan perlunya kecepatan dalam pengendalian agar posisi rupiah kembali sesuai harapan.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis
"Kita berharap tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam dan segera bisa dikendalikan pada posisi yang kita harapkan bersama," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Riset UI Ungkap Fakta Pahit, Rokok Jadi Penghambat Utama Program MBG
-
Jaksa Tepis Pledoi Nadiem: Kasus Chromebook Murni Hukum, Bukan Politik
-
Banggar DPR Soroti Tata Kelola BGN Usai Tiga Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG
-
Wamen Silmy Hingga Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, DPR Singgung Komitmen Prabowo
-
Gugup Hadapi Vonis Korupsi K3, Eks Wamenaker Noel: Asam Lambung Saya Naik
-
Skandal Korupsi BGN Tak Halangi Jatah MBG untuk Lansia, Gus Ipul: Tetap Lanjut
-
DPR Sahkan Revisi UU PPSK, OJK Kini Awasi Bursa Karbon hingga Aset Kripto
-
Wamen Imigrasi Ditahan KPK, Menteri Agus Andrianto Langsung Nonaktifkan Anak Buah
-
Pleidoi Anggota BAIS: Siram Air Keras Itu Spontan, Tak Ada Niat Bikin Andrie Yunus Luka Berat
-
Saiful Mujani Sambangi Polda Metro Siap Klarifikasi Tuduhan Makar: Bukti di Kepala!