- Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sedang dipertimbangkan masuk dalam Kabinet Merah Putih oleh pihak Istana Kepresidenan.
- Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan diskusi tersebut berfokus pada posisi yang relevan dengan bidang ketenagakerjaan dan buruh.
- Rencana penunjukan ini dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026, namun detail jabatan belum diumumkan.
Kebangkitan partai tersebut tidak terlepas dari dinamika ketenagakerjaan nasional, khususnya setelah pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai banyak kalangan buruh merugikan pekerja. Di bawah kepemimpinannya, Partai Buruh mengusung visi mewujudkan negara kesejahteraan atau welfare state dengan menekankan kesetaraan kesempatan, distribusi kekayaan yang lebih adil, serta tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan rakyat.
Partai Buruh sendiri didukung oleh berbagai organisasi pekerja dan kelompok masyarakat, termasuk KSPI, KSPSI, KPBI, organisasi petani, hingga nelayan.
Dalam perjalanan kariernya, Said Iqbal juga meraih pengakuan internasional. Pada 2013, ia memperoleh penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya memperjuangkan upah layak dan kesejahteraan pekerja.
Selain aktif berorganisasi, Said Iqbal juga produktif menulis buku yang mengangkat isu ketenagakerjaan dan perjuangan buruh. Beberapa karya yang pernah diterbitkannya antara lain Sepultura (Sebuah Cita-Cita Perjuangan), Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh, serta Kerja Layak, Upah Layak, dan Hidup Layak Gagal Diwujudkan.
Selama ini, Said Iqbal dikenal sebagai pemimpin buruh yang vokal dan militan. Ia kerap memimpin aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR maupun Istana Negara. Namun dalam beberapa tahun terakhir, strategi perjuangannya berkembang dari aksi jalanan menuju jalur politik formal melalui Partai Buruh. Langkah tersebut ditempuh untuk memperjuangkan kepentingan pekerja secara langsung melalui proses legislasi dan kebijakan negara.
Berita Terkait
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Nasib Silmy Karim di Ujung Tanduk! Prabowo Siapkan Pengganti Usai Wamen Imipas Tersangka Korupsi
-
Prabowo Sudah Sering Ingatkan! Istana Prihatin Pejabat Kabinet Terseret Korupsi Dua Hari Beruntun
-
Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Dadan Dicopot, Mensesneg: Tunggu Saja Hasilnya
-
Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
-
Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian
-
Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan
-
Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta