News / Nasional
Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:55 WIB
Aksi damai dan diskusi publik "Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI" di kawasan Bundaran UGM, Yogyakarta, Jumat (5/6/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Kelompok Suara Ibu Indonesia menggelar aksi damai di Yogyakarta pada Jumat, 5 Juni 2026, menyuarakan keresahan atas kondisi nasional.
  • Peserta aksi mengkritik kebijakan ekonomi, isu korupsi program pemerintah, serta menyoroti diskriminasi terhadap perempuan dan para pengemudi ojek.
  • Mereka mendesak perbaikan tata kelola pemerintahan, penghentian kebijakan yang tidak tepat sasaran, serta perlindungan hak asasi manusia bagi warga.

Pihaknya mendesak pemerintah memangkas bahkan menghentikan program MBG apabila tidak benar-benar tepat sasaran.

"Kita ingin menuntut perbaikan tata kelola pemerintahan. Kita tahu hari ini negara kita dikelola oleh siapa aja, kemudian kita tahu bagaimana keuangan negara hari ini, fiskal hari ini, itu siapa yang menentukan. Rakyat sama sekali tidak punya posisi tawar, apalagi kampus, semuanya harus nurut kepada negara," ujarnya.

Mereka juga meminta perlindungan terhadap hak sipil dan hak asasi manusia (HAM) diperkuat, termasuk membebaskan tahanan politik yang dianggap menjadi korban pembungkaman suara kritis.

"Melalui gerakan warga kolektif yang damai, tertib, dan substantif ini, kami berharap suara dari akar rumput dapat memperkuat posisi tawar warga demi melahirkan negara yang adil," tandasnya.

Load More