News / Nasional
Senin, 08 Juni 2026 | 11:32 WIB
Potret Kemacetan di Perkotaan (Pexels/Dapur Melodi)

Meski demikian, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi saja belum tentu mampu mengurangi mobilitas jarak jauh apabila pusat pekerjaan tetap terkonsentrasi di lokasi tertentu.

Artinya, kota yang lebih berkelanjutan tidak hanya membutuhkan transportasi yang baik, tetapi juga distribusi pusat ekonomi yang lebih merata. Ketika kesempatan kerja tersedia lebih dekat dengan tempat tinggal warga, kebutuhan bepergian dapat berkurang secara signifikan.

Dampaknya Tidak Hanya pada Kemacetan

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa lebih dari 86 persen perjalanan lokal dilakukan dengan berjalan kaki. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan yang terhubung dengan baik dan menyediakan kebutuhan sehari-hari di sekitar permukiman dapat mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi.

Dengan kata lain, pemerataan lapangan kerja berpotensi memberikan manfaat berlapis: mengurangi kemacetan, menekan emisi kendaraan, meningkatkan kualitas udara, sekaligus membuat warga memiliki lebih banyak waktu karena tidak perlu menghabiskan berjam-jam di perjalanan.

Bagi kota-kota besar seperti Jakarta dan kawasan sekitarnya, temuan ini mengingatkan bahwa solusi atas kemacetan mungkin tidak hanya berada di jalan raya atau jalur kereta, tetapi juga pada bagaimana lapangan kerja didistribusikan di dalam wilayah perkotaan.

Penulis: Natasha Suhendra

Load More