- YLKI mendesak Badan Gizi Nasional agar transparan mengenai daftar pengelola SPPG dan dapur Program Makan Bergizi Gratis.
- Transparansi data diperlukan untuk mencegah konflik kepentingan serta potensi penyalahgunaan anggaran negara oleh pihak tertentu.
- YLKI menyarankan pembatasan kepemilikan dapur oleh satu kelompok guna menghindari praktik perburuan rente dalam program pemerintah tersebut.
Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) membuka secara transparan data pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua YLKI, Niti Emiliana, menilai publik berhak mengetahui siapa pihak yang mengelola SPPG maupun yayasan yang mengoperasikan dapur MBG.
"Publik berhak mengetahui siapa pengelola SPPG, siapa pemilik yayasan yang mengoperasikan dapur MBG, serta bagaimana proses penunjukannya," kata Niti.
Menurut YLKI, transparansi tersebut penting untuk mencegah konflik kepentingan sekaligus menghilangkan persepsi bahwa program MBG hanya dinikmati kelompok tertentu yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan.
Karena itu, YLKI meminta Kepala BGN yang baru, Nanik Deyang, menjadikan transparansi sebagai salah satu agenda prioritas dalam 100 hari pertama masa kerjanya.
Selain membuka data pengelolaan SPPG, YLKI juga meminta adanya pembatasan kepemilikan dapur MBG oleh satu yayasan atau kelompok tertentu.
Langkah tersebut dinilai penting agar program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi nasional tidak berubah menjadi arena mencari keuntungan ekonomi bagi segelintir pihak.
"YLKI meminta BGN membuka data pengelolaan SPPG secara transparan dan membatasi kepemilikan dapur oleh satu yayasan atau kelompok tertentu agar program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi tidak berubah menjadi arena perburuan rente ekonomi," ujarnya.
YLKI menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.
Baca Juga: MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?
Berdasarkan data BGN, jumlah SPPG yang beroperasi hingga Juni 2026 mencapai sekitar 27 ribu unit di seluruh Indonesia. Puluhan ribu dapur tersebut bukan hanya dikelola pemerintah maupun pengusaha, tetapi juga berasal dari berbagai kalangan lain, termasuk pihak yang terafiliasi dengan partai politik serta milik pribadi sejumlah politisi.
Berdasarkan temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) pada November 2025, terdapat 44 individu dari 28 yayasan mitra pengelola yang terafiliasi dengan partai politik, termasuk anggota DPR dan DPRD yang masih aktif.
Berita Terkait
-
MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?
-
Skandal Miliaran BGN Dibongkar: Ketegasan Nyata atau Bom Waktu yang Telat?
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
-
Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!
-
Harga Rp28 Juta Jadi Rp42 Juta! MAKI Bongkar Mark-up Motor Listrik BGN ke Kejagung
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi