- Koalisi MBG Watch menggelar aksi demonstrasi dan penyegelan kantor Badan Gizi Nasional di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.
- Massa menuntut moratorium program Makan Bergizi Gratis, audit anggaran menyeluruh, serta evaluasi sistem tata kelola program secara total.
- Koalisi memberikan ultimatum 30 hari kepada Badan Gizi Nasional untuk segera merespons tuntutan perbaikan sebelum aksi massa lanjutan dilakukan.
“Tuntutan ini kami beri waktu 30 hari untuk BGN merespons dengan sebenar-benar itikad yang tulus, memastikan tuntutan dari koalisi MBG Watch dan masyarakat secara keseluruhan dipenuhi. Kalau tidak, kami berjanji akan hadir di sini lagi, menyegel BGN lagi dengan massa yang lebih besar!” tegasnya disambut sorakan peserta aksi.
Saat ditemui usai aksi, Galau kembali menegaskan tiga tuntutan utama MBG Watch.
Pertama, penghentian sementara atau moratorium program MBG untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
Kedua, audit total terhadap penggunaan anggaran.
Ketiga, pengalihan atau konversi sebagian anggaran ke sektor yang dinilai lebih mendesak seperti pendidikan dan kesehatan.
Ia juga menekankan bahwa moratorium yang dimaksud bukan penghentian permanen, melainkan jeda sementara untuk membenahi tata kelola program.
“Ya, kami menuntut selama proses perombakan, penyesuaian, semua program MBG dihentikan,” pungkas Galau.
Reporter: Dinda Pramesti K
Baca Juga: Pemerintah Persilakan Kejagung Usut Siapapun Terlibat Korupsi BGN, Tak Peduli Jabatannya
Berita Terkait
-
Nama Pimpinan Masuk Polemik Kasus BGN, KPK Klarifikasi Yayasan Fitroh Tak Terkait Dapur MBG
-
Nama Fitroh Disebut Masuk BAP Kasus MBG, KPK Tegaskan Pimpinannya Tak Kenal Sony Sonjaya
-
Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG
-
Pemerintah Persilakan Kejagung Usut Siapapun Terlibat Korupsi BGN, Tak Peduli Jabatannya
-
Namanya Muncul dalam Kasus Korupsi BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tak Bisnis Dapur
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel
-
Mahasiswa UI, IPB, hingga Pancasila Bersatu di Depok, Susun Tuntutan untuk Pemerintah
-
Tangkis Isu Anti-Asing, Prabowo: Investor Antre Masuk, Hanya yang 'Liar' Tak Suka Aturan!
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax
-
Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia
-
Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng
-
Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah