News / Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar konsolidasi di Universitas Indonesia untuk merespons pelemahan nilai tukar rupiah nasional.
  • Peserta aksi menyepakati lima tuntutan ekonomi dan politik yang akan disampaikan di Bundaran HI, Jakarta, pada 12 Juni 2026.
  • Tuntutan mencakup penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok, hingga desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan kebijakan.

Perwakilan mahasiswa dari Serikat Perempuan SERUNI dan BEM UI mendorong agar tuntutan diarahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam pemerintahan.

Mereka menilai berbagai kebijakan strategis, termasuk program MBG, merupakan tanggung jawab langsung presiden sehingga tekanan politik harus ditujukan ke pusat kekuasaan.

Di sisi lain, mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum Universitas Pancasila dan Fakultas Hukum UIN menawarkan pendekatan berbeda.

Mereka menilai jalur legislatif masih relevan untuk mendorong perubahan melalui mekanisme konstitusional, termasuk penggunaan hak angket DPR.

Kelompok ini juga mengkritik sejumlah kebijakan yang dinilai lahir secara sepihak melalui regulasi eksekutif, termasuk sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).

Meski berbeda strategi, seluruh peserta sepakat bahwa aksi pada Jumat mendatang akan menjadi panggung untuk menyuarakan keresahan publik atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan masyarakat.

Bagi mereka, pelemahan rupiah hanyalah gejala yang terlihat dari persoalan yang lebih besar.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Baca Juga: Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Dulu Pak Jokowi Jarang Lawatan Juga Disalahkan

Load More