- Kecerdasan Buatan Mulai Gantikan Instruktur, Pelatihan Korporasi Global Masuki Era Baru
- Disrupsi AI di Dunia Kerja: Perusahaan Kini Tinggalkan Pelatih Ekspatriat demi Teknologi Cerdas
- Bukan Lagi Chatbot, AI Kini Ambil Alih Pelatihan Karyawan di Perusahaan Multinasional
Suara.com - Revolusi teknologi saat ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) tidak lagi sekadar melayani keluhan pelanggan, melainkan mulai mendominasi secara masif sistem pelatihan korporasi di perusahaan multinasional.
Berdasarkan temuan World Economic Forum melalui Future of Jobs Report, disrupsi ini memaksa berbagai sektor industri global untuk segera beradaptasi demi mengatasi kesenjangan keterampilan di era digital.
Tren masa depan dunia kerja ini menyoroti pergeseran dramatis, di mana teknologi edukasi berbasis pembelajaran mesin berhasil memangkas biaya besar yang biasanya dihabiskan untuk mendatangkan pelatih ekspatriat.
Sebagai studi kasus yang relevan di negara berkembang, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) mengambil langkah berani untuk melompati kesenjangan bahasa demi bersaing di pasar global.
Inisiatif ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan ELSA Business, sebuah platform teknologi pendidikan yang diakui secara internasional dalam penerapan kecerdasan buatan dan teknologi pengenalan suara.
Mengubah Paradigma Pengembangan Talenta
Kolaborasi kedua entitas ini bertujuan membekali ribuan karyawan dengan kemampuan bahasa Inggris yang esensial guna merespons kompleksitas interaksi bisnis saat ini.
Tuntutan industri modern mengharuskan para pemimpin regional tidak hanya piawai mencetak laba domestik, tetapi juga mahir bernegosiasi dalam forum lintas negara.
Sayangnya, sering kali ditemukan jurang pemisah yang lebar antara keahlian teknis para profesional dengan kepercayaan diri mereka saat harus berpresentasi di hadapan mitra internasional.
Baca Juga: Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI
Model pembelajaran e-learning konvensional pun terbukti mulai usang karena tingkat partisipasi peserta cenderung merosot drastis hanya dalam hitungan minggu akibat padatnya rutinitas kerja.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, program ini mengusung pendekatan Urgency by Design yang menggabungkan skenario nyata dunia bisnis dengan pemantauan progres secara langsung.
Skalabilitas Melalui Kecerdasan Generatif
Implementasi program ini resmi bergulir pada pertengahan 2026 dengan target seribu pekerja di berbagai lokasi operasional Bank Danamon.
"Di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin terhubung secara global, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi penting bagi talenta perusahaan," ujar Chief Human Capital and Operations Officer Danamon, Evi Damayanti.
Evi menambahkan, "Melalui kerja sama dengan ELSA Business, kami percaya bahwa investasi dalam pengembangan komunikasi profesional dapat diukur dampaknya secara konkret, mulai dari peningkatan kepercayaan diri hingga kesiapan berkomunikasi di forum bisnis global."
Berita Terkait
-
Industri Storage Berubah! Lexar Kenalkan AI Storage Core PC dan Gaming
-
Acer GI0 Resmi Hadir, Kacamata Pintar AI dengan Kamera 12 MP dan Penerjemah Real-Time
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif
-
Mau Gratis Naik MRT sampai Masuk Ragunan? Catat Dua Tanggal Ini
-
Menkes Budi: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Ketika Jakarta Berbenah Menjadi Kota yang Lebih Ramah Manusia di HUT Ke-499
-
Soal Begal Takut Tentara, DPR Ingatkan Proses Pidana Tetap di Tangan Polisi
-
Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya
-
Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
-
Gak Kapok! Bupati Muara Enim Edison Kembali Jadi Tersangka KPK di Kasus Suap BPK