- Mendagri Tito Karnavian mengusulkan tambahan anggaran Rp6,27 triliun kepada Komisi II DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6).
- Tambahan dana tersebut ditujukan untuk mendukung program strategis seperti insentif fiskal daerah, layanan Dukcapil, serta pengelolaan aset negara.
- Total pagu anggaran Kemendagri tahun 2027 diharapkan mencapai Rp10,93 triliun untuk meningkatkan efektivitas kinerja dan kualitas pelayanan publik nasional.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengusulkan tambahan pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2027 sebesar Rp6,27 triliun. Jika disetujui, total pagu anggaran Kemendagri pada 2027 akan mencapai Rp10,93 triliun, meningkat dari pagu indikatif awal sebesar Rp4,65 triliun.
Usulan tersebut disampaikan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).
Menurut Tito, tambahan anggaran dibutuhkan untuk mendukung berbagai program strategis Kemendagri, termasuk penguatan tata kelola pemerintahan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Salah satu komponen utama yang diusulkan adalah insentif fiskal daerah sebesar Rp1 triliun. Dana tersebut direncanakan untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik.
“Tahun ini kita memang sudah bekerja untuk melaksanakan kegiatan pemberian award kepada daerah yang berprestasi, dibagi dalam enam region dengan alokasi anggaran Rp1 triliun. Namun kemarin kami mengalami realokasi anggaran dari Kementerian Keuangan sehingga anggarannya berkurang,” kata Tito.
Ia menilai skema insentif tersebut penting untuk memperkuat mekanisme reward and punishment sekaligus menciptakan iklim kompetitif antardaerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, tahun depan kami tetap mengusulkan anggaran Rp1 triliun dalam rangka insentif fiskal daerah,” ujarnya.
Selain itu, Kemendagri mengusulkan Rp398,5 miliar untuk dukungan manajemen, termasuk layanan administrasi, operasional, dan kebutuhan organisasi pada 12 komponen serta 37 satuan kerja.
Kemudian, Rp72,8 miliar diusulkan untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana-prasarana kantor serta penggantian Barang Milik Negara (BMN).
Baca Juga: Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
Tito juga menekankan pentingnya pengamanan aset milik Kemendagri, termasuk sertifikasi aset tanah yang tersebar di berbagai daerah.
“Pengelolaan keuangan dan aset perlu diperkuat karena cukup banyak aset Kemendagri yang harus diamankan, termasuk tanah yang perlu disertifikasi satu per satu,” katanya.
Untuk kebutuhan tersebut, Kemendagri mengusulkan alokasi Rp27,1 miliar yang juga mencakup pengelolaan sistem keuangan dan perbendaharaan.
Di bidang lingkungan, Kemendagri juga mengusulkan anggaran Rp444,5 miliar melalui kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) dalam program Local Service Delivery Improvement Project untuk penanganan sampah di berbagai daerah.
Program tersebut akan difokuskan pada wilayah di luar 34 kawasan aglomerasi yang saat ini telah masuk dalam program penanganan pemerintah.
Sementara itu, Tito juga mengusulkan agar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari pemanfaatan data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) sebesar Rp651,7 miliar dapat dikembalikan untuk mendukung program Kemendagri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini