Suara.com - Ketika mendengar kata penelitian, banyak orang mungkin membayangkan ilmuwan dengan peralatan lapangan, buku catatan, dan waktu panjang untuk mengamati alam. Namun, dalam pengumpulan data keanekaragaman hayati, peran tersebut tidak lagi hanya dimiliki peneliti.
Melalui pendekatan citizen science atau sains warga, masyarakat umum kini juga dapat berkontribusi dalam mendokumentasikan flora dan fauna yang nantinya dimanfaatkan untuk penelitian hingga upaya konservasi.
Edukator konservasi sekaligus konten kreator lingkungan, Muthia Hanifah atau yang akrab disapa Mudi, menjelaskan bahwa citizen science pada dasarnya merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengumpulkan data ilmiah.
“Sebenarnya citizen science ini adalah kegiatan partisipasi publik dalam mengumpulkan data ilmiah. Jadi bukan hanya tugas peneliti saja, tetapi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan itu tetap bisa bergerak,” ujar Mudi.
Konsep tersebut juga tercermin dalam laporan Global Biodiversity Information Facility (GBIF) yang menunjukkan bahwa kontribusi masyarakat telah membantu memperluas pengumpulan data keanekaragaman hayati di berbagai negara.
Menurut Mudi, pendekatan ini menjadi relevan di Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas dan kekayaan hayati yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam kondisi tersebut, pemantauan yang hanya mengandalkan peneliti sering kali menghadapi keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.
Keterlibatan publik dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pengamatan di lapangan.
Dari foto satwa hingga data penelitian
Baca Juga: Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?
Perkembangan platform digital membuat partisipasi dalam citizen science semakin mudah dilakukan.
Masyarakat kini dapat mendokumentasikan temuan flora dan fauna, lalu mengunggahnya ke platform yang dirancang untuk kebutuhan pencatatan ilmiah.
Mudi menyebut beberapa contoh platform yang sudah digunakan di Indonesia, seperti untuk pengamatan burung, kupu-kupu, hingga pencatatan berbagai jenis flora dan fauna.
“Masyarakat mengambil data lapangan, lalu memasukkan temuannya ke dalam aplikasi tersebut. Jadi diketahui jenisnya apa, jumlahnya berapa, lokasinya di mana, sampai penemuan-penemuan unik,” jelasnya.
Ia juga pernah menjadi koordinator aplikasi Amatisangkar pada periode 2023–2025, sebuah platform yang digunakan untuk mendokumentasikan keberadaan satwa yang dipelihara di dalam sangkar, termasuk burung, primata, dan herpetofauna.
Data tersebut dikumpulkan untuk membantu pemetaan kondisi perdagangan satwa liar di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun
-
Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini