Siapa pun bisa ikut terlibat
Menurut Mudi, salah satu kekuatan utama citizen science adalah keterbukaannya.
Partisipasi tidak dibatasi oleh latar belakang pendidikan maupun profesi.
“Kalau ditanya siapa yang bisa membantu, siapapun yang memang mau belajar dan mau berkontribusi untuk dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Petani, anak muda, guru, siapapun bisa,” katanya.
Ia menambahkan, banyak data yang terkumpul melalui pendekatan ini juga bersifat terbuka (open access) sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan akademik.
“Data tersebut bisa dipakai untuk skripsi, jurnal, dan lain-lain selama jelas penggunaannya,” ujarnya.
Di tengah luasnya wilayah dan tingginya keanekaragaman hayati Indonesia, pendekatan citizen science menunjukkan bahwa pengumpulan data tidak selalu harus dimulai dari laboratorium.
Kadang, ia bisa dimulai dari satu foto, satu pengamatan, dan satu warga yang memilih untuk mencatat apa yang ditemuinya di alam.
Penulis: Natasha Suhendra
Baca Juga: Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun
-
Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini