- Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam mengkritik pemerintah yang menaikkan harga BBM non-subsidi secara mendadak pada Rabu (10/6).
- Kebijakan kenaikan harga tersebut dilakukan tanpa sosialisasi memadai serta tanpa koordinasi atau diskusi bersama pihak DPR.
- Mufti mendesak pemerintah dan Pertamina menjelaskan alasan kenaikan harga demi menjaga transparansi serta melindungi daya beli masyarakat.
Suara.com - Anggota Komisi VI DPR bidang energi dari Fraksi PDIP, Mufti Anam mengkritik keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM non-subsidi per Rabu (10/6).
Mufti bukan hanya mempersoalkan kenaikan itu karena diambil di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan, namun juga karena tidak disampaikan dengan cara yang baik.
Dia menyebut kenaikan itu diumumkan secara tiba-tiba tanpa sosialiasi yang memadai.
"Kenaikan yang cukup signifikan ini terjadi secara tiba-tiba, tanpa sosialisasi yang memadai, tanpa penjelasan yang utuh kepada masyarakat," kata Mufti dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Bahkan, Komisi VI DPR selaku mitra pemerintah di sektor energi juga tak pernah mendapatkan informasi apapun sebelumnya.
Padahal, kata Mufti, pola tersebut telah berulang kali pihaknya kritisi.
"DPR sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan pun tidak pernah mendapatkan informasi maupun diajak berdiskusi sebelumnya," kata dia.
Menurut Mufti, BBM bagi masyarakat bukan sekadar komoditas.
BBM adalah instrumen yang berpengaruh langsung pada biaya transportasi, usaha, distribusi, hingga harga kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
Karena itu, setiap kebijakan yang berkaitan dengan BBM mestinya dilakukan dengan transparan, hati-hati, dan penuh empati terhadap kondisi rakyat.x`
Mufti pun mendesak pemerintah dan Pertamina menjelaskan secara terbuka kepada publik alasan dibalik kenaikan tersebut.
Termasuk langkah yang disiapkan untuk melindungi masyarakat dari dampak lanjutan yang mungkin timbul.
"Yang membuat masyarakat kecewa sering kali bukan hanya karena harga naik, tetapi karena mereka merasa tidak diajak bicara dan tidak diberikan penjelasan yang memadai. Tiba-tiba harga berubah, sementara daya beli masih tertekan dan lapangan usaha masih menghadapi berbagai tantangan," katanya.
Berita Terkait
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup
-
Siasati Kenaikan Pertamax, 5 Motor Tangguh yang Iritnya Di Luar Nalar Manusia untuk Harian
-
Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun
-
Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah