- Mahasiswa UI terlibat debat dengan polisi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026.
- Polisi melarang massa berunjuk rasa di Bundaran HI demi menjaga keamanan dan ketertiban umum di kawasan vital.
- Akibat dilarang menuju Bundaran HI, massa mahasiswa memutuskan meninggalkan lokasi aksi depan Gedung DPR RI dengan berjalan kaki.
Untuk diketahui, sejumlah mahasiswa akan melakukan aksi demonstrasi di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Massa di antaranya berasal dari Universitas Indonesia hingga Universitas Pancasila.
BEM UI melalui unggahan Instagram @bemui_official mengatakan Indonesia adalah negara yang kaya, tetapi entah mengapa rakyatnya tak kunjung sejahtera.
Selain itu, kata mereka, Indonesia adalah negara yang besar, tetapi entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar.
"Belakangan, ekonomi Indonesia runtuh. Namun, sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh keadaan," tulisnya.
"Kebijakan fiskal bocor, independensi BI direnggut, dan komunikasi pemerintah kepada publik justru jauh dari kata layak," lanjutnya.
Mahasiswa UI juga menilai pemerintah justru menyangkal kondisi yang ada serta mendegradasi perjuangan dan kritik yang digaungkan rakyat.
Sementara itu, @bem.fhui menyampaikan bahwa akhir-akhir ini rakyat Indonesia kerap mengalami dan menyaksikan berbagai kejadian yang menekan kesejahteraan.
Salah satu keadaan yang mengancam kehidupan masyarakat, kata mereka, adalah depresiasi nilai rupiah.
Baca Juga: Klaim Tanpa Senjata Api, 6.088 Personel Gabungan Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta
Berita Terkait
-
Klaim Tanpa Senjata Api, 6.088 Personel Gabungan Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Menuju Indonesia Bangkrut di Bundaran HI, Tuntut Harga BBM Diturunkan
-
Bus Mahasiswa UI ke Bundaran HI Diadang Rantis, Massa Dipaksa ke DPR: Polisi Cuma Ketawa-tawa
-
Polda Metro Larang Bundaran HI Jadi Lokasi Demo Mahasiswa, Minta Dialihkan ke Patung Kuda dan DPR
-
Massa Mahasiswa Diadang Rantis ke Bundaran HI, Sempat Terjadi Aksi Dorong
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa