- Aktris Davina Karamoy diperiksa Polda Metro Jaya pada 18 Juni 2026 terkait kasus penipuan umrah Hanania Group.
- Davina dicecar 30 pertanyaan mengenai dua kali perjalanan umrahnya, yakni program kerja sama televisi dan dana pribadi.
- Sebagai bentuk kooperatif, Davina mengembalikan seluruh uang saku senilai total Rp20 juta yang diterima dari pihak travel.
Suara.com - Aktris Davina Karamoy rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penipuan umrah Hanania Group di Polda Metro Jaya pada Kamis (18/6/2026).
Selama enam jam pemeriksaan, Davina dicecar 30 pertanyaan mengenai kronologi dan skema keberangkatannya ke Tanah Suci bersama agen travel bermasalah tersebut.
Kuasa hukum Davina, Yulius Irawansyah, mengungkapkan bahwa kliennya melakukan dua kali perjalanan umrah menggunakan jasa Hanania, yakni pada September 2024 dan Agustus 2025. Perjalanan pertama berawal dari rencana umrah pribadi Davina bersama ibunya.
"Kejadiannya adalah memang kita dihubungi oleh pihak Hanania, yaitu saudara Adib, yang mau menawarkan kita untuk bekerja sama tapi untuk tahun 2025 pada saat itu. Tetapi memang klien saya beserta keluarganya punya rencana untuk umrah di 2024," kata Yulius di Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026).
Karena slot perjalanan tahun 2024 di Hanania awalnya penuh, pihak Davina sempat mencari agen travel lain. Namun, pihak Hanania kembali menghubungi dan menawarkan sisa slot untuk keberangkatan September 2024.
Keberangkatan pertama ini rupanya merupakan program kerja sama antara Hanania dengan program televisi Rumpi No Secret Trans TV.
"Jadi yang berkontrak adalah pihak Rumpi Trans TV dengan Hanania sebagai pihak yang membiayai dan memberangkatkan. Klien kami hanya sebagai artisnya," jelas Yulius.
Dalam kerja sama ini, perempuan berusia 23 tahun tersebut tidak melakukan promosi aktif, melainkan hanya diwajibkan mengunggah aktivitas harian atau daily story di akun Instagram pribadinya selama beribadah.
Berbeda dengan perjalanan pertama yang difasilitasi program televisi, keberangkatan kedua Davina pada Agustus 2025 sepenuhnya menggunakan dana pribadi untuk memberangkatkan keluarganya. Nominal yang disetorkan pun tidak sedikit, yakni mencapai ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Dengar Curhatan Korban, DPR Minta Polisi Pertimbangkan Istri Bos Hanania Travel Jadi Tersangka
"Di 2025 itu bayar, dan jumlah yang kita bayarkan itu untuk beberapa orang itu Rp233 juta rupiah. Nah itu berarti ada pembayaran dari kita untuk keberangkatan itu," papar Yulius.
Meski membayar ratusan juta rupiah pada perjalanan kedua, Davina mengaku sempat menerima uang saku sebesar Rp10 juta per keberangkatan dari pihak Hanania.
Kini, demi menjaga sikap kooperatif dalam proses hukum, Davina memilih mengembalikan seluruh uang saku yang pernah diterimanya kepada penyidik.
"Sama seperti yang lain, aku juga mendapat uang saku, tapi sudah dikembalikan uang sakunya," ujar Davina.
Yulius menegaskan pengembalian tersebut dilakukan atas inisiatif dan kesadaran penuh kliennya.
"Memang diberi uang saku, bukan dibayar dalam hal ini, yaitu Rp10 juta per keberangkatan. Tetapi tadi dengan kesadaran penuh, kita sudah kembalikan uang saku tersebut," tambahnya.
Berita Terkait
-
Dengar Curhatan Korban, DPR Minta Polisi Pertimbangkan Istri Bos Hanania Travel Jadi Tersangka
-
Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...
-
Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Mahasiswa Besok
-
BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran
-
DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat
-
Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi
-
39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T
-
Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
KPK Sita Toko, Salon, Hingga Rumah Milik Bupati Nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027