- Massa mahasiswa dari PB HMI dan Universitas Mercu Buana melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
- Para pengunjuk rasa menyampaikan lima tuntutan strategis terkait evaluasi anggaran negara, kesejahteraan guru, hingga stabilitas harga BBM.
- Aksi di Jalan Gatot Subroto tersebut berlangsung tanpa penutupan arus lalu lintas meskipun jumlah massa terus bertambah.
Suara.com - Gelombang aksi di depan Gedung DPR RI semakin masif. Para mahasiswa terus berdatangan menuju gedung parlemen.
Usai organisasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (PB HMI) menggeruduk Gedung DPR RI, tak lama berselang kembali datang mahasiswa dari Universitas Mercu Buana.
Mereka juga melakukan long march dari arah Senayan menuju Gedung DPR RI.
“Assalamualaikum, Walaikumsalam salam, Mercubuana datang. Bawa pasukan,” teriak massa sambil berjalan.
Akan tetapi, tidak terlihat mobil komando dari massa yang mengenakan almamater berwarna merah ini.
Meski telah dipenuhi oleh mahasiswa, Jalan Gatot Subroto masih dapat dilewati kendaraan. Belum ada penutupan atau pengalihan arus imbas aksi demonstrasi ini.
Sementara itu, ada lima tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam PB HMI dalam aksi kali ini, di antaranya:
- Mengevaluasi Program MBG dan KDMP yang dinilai perlu ditinjau kembali efektivitas, transparansi, serta dampaknya terhadap masyarakat;
- Menolak pemborosan anggaran negara;
- Menyejahterakan guru honorer melalui kebijakan yang menjamin kepastian status;
- Menstabilkan harga BBM guna menjaga daya beli masyarakat;
- Menegakkan supremasi sipil sebagai prinsip fundamental demokrasi dan negara hukum yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.
Berita Terkait
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!
-
Mahasiswa Trisakti Minta MBG Dihentikan Sementara, Dinilai Serampangan dan Berisiko bagi APBN
-
Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Begal Salah Pilih Korban, Wanita di Palembang Berani Melawan hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan