News / Nasional
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Saan Mustopa (kanan) berdialog dengan mahasiswa pengunjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima audiensi mahasiswa di gedung parlemen pada Jumat, 19 Juni 2026 malam.
  • Audiensi membahas isu kelangkaan BBM, kenaikan harga Pertamax, program makan bergizi, serta kritik terhadap kualitas komunikasi pejabat negara.
  • Dasco langsung menghubungi menteri dan kepala badan terkait untuk merespons tuntutan mahasiswa secara cepat dan transparan kepada publik.

Dasco tidak sekadar mencatat tuntutan tersebut di atas kertas, namun langsung menghubungkan perwakilan mahasiswa dengan pembuat kebijakan terkait melalui sambungan telepon.

Dasco secara spontan menelepon Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

Langkah ini memberikan kesempatan bagi suara pemerintah untuk hadir dan didengar langsung oleh para demonstran di dalam ruang rapat DPR.

"Saat beraudiensi, Dasco menelepon Bahlil dan Nanik guna menghadirkan suara pemerintah secara langsung. Ini adalah terobosan menarik yang mendobrak pintu birokrasi," kata Bawono.

Pengejawantahan Fungsi Representasi

Bawono Kumoro menilai, aksi Dasco dan Saan Mustopa yang bersedia turun ke jalan dan naik ke atas mobil komando setelah audiensi usai adalah bentuk transparansi yang nyata.

Hal ini menunjukkan pimpinan DPR ingin memastikan pesan yang disampaikan di dalam ruangan, tidak mengalami distorsi saat sampai ke massa aksi yang bertahan di luar gerbang.

"Setelah audiensi, pimpinan DPR RI tidak berhenti ruang rapat. Tapi turun ke jalan menemui massa masih bertahan di luar gerbang dan naik ke atas mobil komando memberikan penjelasan secara langsung hasil pertemuan telah usai di ruang rapat DPR RI," jelas peneliti senior tersebut.

Menurut Bawono, publik harus melihat fenomena ini sebagai langkah maju bagi demokrasi Indonesia.

Baca Juga: Respon Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Ia menegaskan, apa yang dilakukan pimpinan DPR tersebut merupakan bukti fungsi perwakilan rakyat mulai berjalan sesuai koridornya, di mana aspirasi publik tidak lagi diabaikan begitu saja.

"Yang terjadi hari Jumat malam kemarin itu penting dibaca bukan sebagai basa-basi pimpinan DPR, melainkan bentuk pengejawantahan fungsi legislatif sebagai lembaga perwakilan. Di mana dituntut untuk mampu bersikap aspiratif atas berbagai tuntutan kelompok-kelompok di masyarakat," tegasnya.

Langkah menyambungkan langsung tuntutan mahasiswa kepada kementerian terkait dianggap sebagai cara efektif untuk memotong birokrasi yang lamban.

"Aspirasi tidak ditampung untuk kemudian didiamkan dalam laci birokrasi, melainkan langsung disambungkan kepada pihak berwenang, apakah itu menteri ataupun kepala lembaga terkait," tutup Bawono Kumoro.

Load More