News / Nasional
Senin, 22 Juni 2026 | 15:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan arahan tegas terkait sasaran penerima program MBG. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menginstruksikan program Makan Bergizi Gratis hanya menyasar sekolah yang membutuhkan dan mengecualikan sekolah elit.
  • Pemerintah menghentikan sementara ekspansi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi guna membenahi tata kelola internal Badan Gizi Nasional secara menyeluruh.
  • Zulkifli Hasan memerintahkan audit total pada dapur penyedia makanan untuk menjamin keamanan pangan serta mencegah kasus keracunan siswa.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan arahan tegas terkait sasaran penerima program gizi nasional terutama soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Zulhas meminta agar penambahan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan secara selektif dan efisien, dengan mengecualikan sekolah-sekolah yang sudah memiliki fasilitas mapan atau kategori elit. 

Zulhas menekankan, bahwa anggaran dan fokus pemerintah harus dialokasikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. 

Menurutnya, sekolah dengan kondisi ekonomi yang sudah baik tidak perlu masuk dalam daftar penerima MBG

"Fokus kepada misalnya ya, yang nggak perlu ya nggak usah. Sekolah-sekolah yang bagus memang nggak perlu, ya nggak usah," ujar Zulhas ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026). 

Langkah ini merupakan bagian dari pembenahan besar-besaran yang tengah dilakukan di internal Badan Gizi Nasional (BGN). 

Zulhas menginstruksikan agar segala bentuk ekspansi atau penambahan titik baru dihentikan sementara demi memperbaiki tata kelola organisasi. 

"Masalahnya banyak sekali di BGN itu. Jadi sekarang internal dulu dibenahi, dilihat ya, sementara kegiatan lain distop dulu. Yang lain yang baru-baru stop dulu," tegasnya. 

Selain masalah ketepatan sasaran di sekolah, Zulhas juga menyoroti standar keamanan pangan. 

Baca Juga: Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Ia memerintahkan audit total terhadap dapur-dapur penyedia makanan untuk memastikan tidak ada lagi kasus keracunan yang menimpa anak-anak sekolah. 

"Tata kelolanya juga diperbaiki. Dapur itu juga diaudit. Walaupun ini persoalan satupun anak kita, nggak boleh terjadi keracunan lagi," tambahnya. 

Zulhas menyatakan bahwa rencana teknis mengenai perluasan 6.000 titik SPPG baru akan dirapatkan kembali setelah perbaikan internal dan kriteria sekolah penerima telah terverifikasi dengan benar. 

Load More