-
Desakan informasi dari keluarga korban gempa Karakas membanjiri media sosial para sukarelawan lapangan.
-
Edwin Borges menegaskan sukarelawan tidak memiliki kapasitas untuk merilis data sensitif identitas korban.
-
Publik diimbau menahan diri dan wajib menunggu pembaruan data resmi dari otoritas berwenang.
Borges memilih membatasi kontennya hanya pada visualisasi aktivitas kerja keras para tim penyelamat. Ia menolak mengeksploitasi identitas personal para korban demi konten digital.
"Apa yang bisa saya lakukan hanyalah membagikan apa yang saya lihat," kata Borges tentang unggahan Instagram-nya.
"Itulah yang kami para sukarelawan lihat, bukan hal-hal spesifik tentang orang-orang."
Distrik Los Palos Grandes di Karakas saat ini menjadi pusat perhatian akibat runtuhnya beberapa gedung pencakar langit. Salah satu titik terparah berada di kompleks hunian Apartemen Petunia yang menyisakan puing-puing masif.
Runtuhnya infrastruktur ini memicu operasi penyelamatan berskala besar yang melibatkan tim spesialis dan warga lokal. Di tengah proses krusial ini, arus informasi yang tidak terkontrol di media sosial kini menjadi tantangan baru bagi otoritas setempat dalam mengelola situasi darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi