- Gus Lilur menyatakan kondisi internal PBNU saat ini sedang mengalami perpecahan hebat akibat konflik di antara para elit.
- Polarisasi terjadi antara Kubu Sultan dan Kubu Kramat yang melibatkan para pemegang jabatan strategis di tingkat pusat.
- Ketegangan berkelanjutan ini memicu kekhawatiran warga nahdliyin menjelang Muktamar ke-35 demi mengembalikan stabilitas organisasi yang pernah dicapai sebelumnya.
Menurut Gus Lilur, meski awalnya terlihat harmonis, ketegangan kembali muncul terkait perbedaan pandangan mengenai batas kewenangan antara Syuriah dan Tanfidziyah.
Persoalan teknis organisasi yang seharusnya menjadi domain Tanfidziyah kerap menjadi titik perdebatan dengan Rais Syuriah.
Dinamika di Level Nasional dan PBNU
Pola perpindahan posisi sebagai jalan keluar kembali terulang. KH Miftahul Akhyar kemudian ditarik ke tingkat nasional untuk menjabat sebagai Wakil Rais Aam mendampingi KH Ma'ruf Amin, saat posisi Ketua Umum dijabat oleh KH Said Aqil Siradj periode 2015–2020.
Gus Lilur menyebut, di internal PBNU, relasi antara KH Ma'ruf Amin dan KH Miftahul Akhyar dikabarkan juga mengalami dinamika yang tidak selalu mulus, meski hal tersebut cenderung tertutup dari publik.
Pasca Muktamar ke-34 di Lampung tahun 2021, KH Miftahul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU berpasangan dengan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum.
Menurut Gus Lilur, harapan publik akan stabilitas organisasi di bawah duet dua tokoh besar ini ternyata belum terwujud.
Sebaliknya, perselisihan antara Rais Aam dan Ketua Umum justru meledak dalam skala yang lebih besar dan menyeret banyak pihak di sekitarnya.
"Konflik organisasi di PBNU memang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari perbedaan visi hingga komunikasi yang buruk. Namun, pola yang berulang dari tingkat PCNU, PWNU, hingga PBNU menjadi bahan renungan bagi warga nahdliyin," katanya.
Baca Juga: Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
"Muncul aspirasi mengenai kebutuhan akan sosok pemimpin yang mampu menjadi perekat seluruh unsur jam'iyah, sebagaimana figur KH Ahmad Siddiq dan KH Sahal Mahfudz di masa lalu," sambungnya.
Lebih lanjut Gus Lilur mengungkapkan, selain persoalan manajerial organisasi, gaya hidup elit PBNU juga tak luput dari perhatian warga kiai kampung. Kritik muncul terhadap KH Miftahul Akhyar yang dinilai hidup dalam kemewahan.
Sorotan tertuju pada penggunaan kendaraan mewah seperti mobil Alphard dan Land Cruiser, serta kediaman megah berlantai tiga di atas tanah yang luas.
Hal ini dianggap kontras dengan tradisi kesederhanaan dan keteduhan sikap yang biasanya melekat pada sosok Rais Aam NU.
Menjelang Muktamar NU ke-35, muncul harapan besar agar forum tertinggi organisasi tersebut mampu menghadirkan kepemimpinan yang tidak lagi mewariskan pertengkaran berkepanjangan.
"Warga NU merindukan figur pemimpin yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa, mengingat NU dianggap terlalu besar untuk terus-menerus terjebak dalam konflik elit yang menguras energi organisasi," kata Gus Lilur.
Berita Terkait
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki