- Polda Metro Jaya segera melimpahkan berkas perkara tiga tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
- Tersangka Roy Suryo dan dr. Tifa telah dinyatakan lengkap berkasnya, bahkan perkara dr. Tifa akan mulai disidangkan segera.
- Sebanyak tiga tersangka lainnya yaitu Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan Rismon Sianipar telah dibebaskan melalui mekanisme restorative justice.
Suara.com - Polda Metro Jaya segera melimpahkan berkas perkara tiga tersangka lain dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Langkah ini dilakukan setelah berkas perkara Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma atau dr Tifa lebih dulu dinyatakan lengkap (P21).
Tiga tersangka yang segera menyusul ke tahap penuntutan ialah Kurnia Tri Rohyani, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannuddin mengatakan, penyidik saat ini tengah merampungkan administrasi sebelum berkas perkara dikirim ke jaksa.
"Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan berkas perkara tersebut ke Kejaksaan Tinggi DKI," kata Iman kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Sebelumnya, berkas perkara Roy Suryo dan dr Tifa telah dinyatakan lengkap oleh Kejati DKI Jakarta. Keduanya beserta barang bukti juga telah dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum pada Senin, 22 Juni 2026.
Perkara dr Tifa bahkan telah memasuki tahap persidangan. Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Immanuel, mengatakan sidang perdana akan digelar pada Kamis, 2 Juli 2026.
Sementara itu, perkara Roy Suryo masih tertunda karena Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunggu putusan praperadilan yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tiga Tersangka Damai
Baca Juga: Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen
Kasus ini bermula dari tudingan ijazah palsu yang dilaporkan Jokowi. Dalam proses penyidikan, polisi memeriksa ratusan saksi, menyita sejumlah barang bukti, mengumpulkan ratusan dokumen, serta meminta keterangan puluhan ahli.
Penyidik juga melakukan uji forensik terhadap dokumen ijazah di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, meliputi pemeriksaan kertas, tinta, embos, stempel, hingga tanda tangan.
Dari hasil penyidikan, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka yang dibagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama terdiri atas Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Klaster kedua berisi Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifauziah Tyassuma.
Belakangan, status tersangka Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan Rismon Hasiholan Sianipar dicabut setelah ketiganya mengajukan restorative justice serta menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api
-
Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!
-
Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!
-
Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?
-
Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas
-
Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis
-
Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela
-
Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam
-
China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat