- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan kesiapan kooperatif membantu KPK mengusut kasus korupsi Bupati Kuantan Singingi, Riau.
- KPK mendalami dugaan gratifikasi pelepasan kawasan hutan dalam penyidikan OTT terhadap Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby.
- Raja Juli berkomitmen menyerahkan dokumen pertemuan dengan Bupati Kuansing di Jakarta pada 2 Juni 2026 kepada penyidik.
Suara.com - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyatakan siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, terkait dengan pembukaan lahan hutan.
Raja Juli mengaku sudah mengetahui bahwa namanya disebut KPK dan berpotensi dimintai keterangan oleh lembaga antirasuah tersebut.
"Saya sudah membaca berita yang beredar melalui media online maupun media sosial bahwa terkait dengan kasus Bupati Kuansing yang di OTT karena jual-beli jabatan, namun dalam pendalaman dari KPK juga terkait dengan pelepasan kawasan di Kuantan Singingi. Nah, untuk itu saya ingin merespon kepada publik," kata Raja Juli di kantor Kemenhut, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ia menegaskan Kementerian Kehutanan akan bersikap terbuka apabila KPK membutuhkan keterangan maupun dokumen terkait perkara tersebut.
"Kami akan membantu KPK, akan kooperatif, dan termasuk pertemuan pagi hari ini adalah inisiatif pribadi saya, itikat baik saya untuk membantu proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi ini," ujarnya.
Raja Juli mengatakan dirinya dibesarkan dalam lingkungan organisasi kemasyarakatan, NGO, hingga dunia politik yang menjunjung sikap antikorupsi.
Ia juga memastikan akan menyerahkan seluruh dokumen yang berkaitan dengan pertemuannya bersama Bupati Kuansing apabila diminta penyidik.
"Ini audiensi yang terbuka, Bupatinya mengirim surat resmi, dipublis di media sosial saya maupun kementerian, dan ada daftar hadir, ada notulensi. Jadi kalau suatu saat KPK memerlukan, kami akan proaktif juga menyerahkan apa yang saya sebutkan tadi."
Nama Raja Juli Antoni ikut menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap pengembangan penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.
Baca Juga: Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK
Selain mengusut dugaan jual beli jabatan, KPK juga mendalami dugaan gratifikasi terkait pengurusan pelepasan kawasan hutan di Kuansing.
Dalam proses penyidikan itu, KPK mengungkap adanya pertemuan antara Raja Juli dan Suhardiman di Kantor Kementerian Kehutanan pada 2 Juni 2026 serta membuka peluang memanggil Menteri Kehutanan tersebut untuk dimintai keterangan.
Berita Terkait
-
OTT Lagi! KPK Tangkap Bupati Langkat, Operasi Senyap ke-15 Sepanjang 2026
-
KPK Berpeluang Panggil Menteri Kehutanan Imbas Pelepasan HTP Kuansing
-
Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK
-
Teka-teki Pertemuan 2 Juni: Menhut Raja Juli Bakal Dicecar Soal Skandal Izin Hutan Kuansing
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kena OTT KPK, Ini Rincian Harta Bupati Langkat Syah Afandin
-
30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
-
Main Mata Impor Barang KW, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Akhirnya Diseret ke Persidangan Hari Ini
-
Pria Bakar Diri Hingga Tewas di Depan Maskar Besar PBB New York
-
Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan
-
Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah
-
Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI
-
Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak
-
Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing
-
Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras