- Kemenkes menginvestigasi dugaan intimidasi terhadap dr. Icha di IGD RS Leona, NTT, yang memicu proses penyelidikan kepolisian.
- Investigasi menemukan lemahnya sistem perlindungan tenaga medis serta kurangnya koordinasi antara fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah setempat.
- Petugas keamanan RS Leona gagal mencegah akses pihak tidak berkepentingan ke ruang IGD saat dugaan intimidasi terjadi.
"Pada saat ada tiga orang yang diduga melakukan intimidasi, pihak security pengamanan di sana pun belum melakukan aktivitas pengamanan," ungkap Rudi.
"Tidak ada yang berupaya untuk menghentikan kejadian tersebut. Padahal sebetulnya di ruangan IGD itu ada SOP-nya. Tentu pihak-pihak yang tidak berkepentingan sebaiknya tidak masuk dalam ruang rawat IGD tersebut," lanjutnya.
Kemenkes juga mengungkap manajemen rumah sakit baru datang setelah dugaan intimidasi terjadi. Menurut Yuli, pimpinan rumah sakit memang berupaya melerai situasi, namun saat itu intimidasi secara verbal disebut sudah lebih dulu diterima oleh dr. Icha.
"Kalau ini sudah terintimidasi, manajemen baru hadir atau keamanan baru hadir, nah itu saya rasa satu hal yang tidak pas. Caranya harusnya jangan ada intimidasi sebelum dokter itu melaksanakan kegiatan," tutur Yuli.
Atas temuan tersebut, Kemenkes menyatakan pemerintah daerah akan melakukan pembinaan kepada fasilitas kesehatan sesuai kewenangannya, termasuk pemberian sanksi berdasarkan tingkat pelanggaran yang ditemukan dalam hasil investigasi.
Kasus ini mencuat setelah meninggalnya dr. Icha memicu dugaan adanya intimidasi saat bertugas menangani pasien di IGD Rumah Sakit Leona.
Kemenkes menegaskan hasil investigasi internal selanjutnya akan diserahkan kepada kepolisian untuk mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Berita Terkait
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'
-
Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Dokter Icha Tewas Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Puan Maharani Murka: Usut Tuntas!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini
-
Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844
-
"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal
-
DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan
-
Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan