Khusus SRMA 10 Jakarta, penjangkauan calon siswa tahun ajaran 2026/2027 telah mencapai 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD. Penjangkauan siswa SD masih terus dilakukan hingga kuota terpenuhi.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa terdapat tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat.
"Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, dan tidak boleh ada intoleransi. Siapa pun yang melanggar akan kami tindak tegas," katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terharu menyaksikan perkembangan para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu mengubah kehidupan sebuah keluarga.
"Dari tadi sebenarnya saya meneteskan air mata. Saya mengalami hal yang kurang lebih sama. Kalau dulu saya tidak mendapat bantuan pemerintah melalui beasiswa, mungkin saya juga tidak bisa bersekolah," ujar Pramono.
Ia mengatakan wajah para siswa Sekolah Rakyat kini memperlihatkan optimisme yang besar untuk menatap masa depan.
"Yang paling penting, wajah-wajah anak-anak kita sekarang adalah wajah yang penuh harapan, wajah yang tidak kehilangan semangat untuk menatap masa depan. Menurut saya itulah kekuatan Sekolah Rakyat," katanya.
Pramono juga menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mendukung penuh pengembangan Sekolah Rakyat, termasuk menjajaki penambahan kapasitas sekitar seribu siswa di Jakarta.
"Dari yang sudah berjalan sekarang, kami siap memberikan dukungan sepenuhnya. Tadi saya juga berdiskusi dengan Pak Menteri untuk menambah sekitar seribu siswa lagi di Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat
Suasana kembali syahdu ketika Kepala SRMA 10 Jakarta, Ratu Mulyanengsih, menyampaikan kesaksiannya setelah hampir satu tahun mendampingi para siswa.
"Awalnya saya menangis karena melihat keterbatasan mereka. Berbicara kurang lembut, baris belum bisa, antre belum bisa. Sekarang saya menangis karena mereka berubah menjadi anak-anak yang luar biasa. Saya sangat bangga menjadi kepala sekolah mereka," katanya.
Perubahan tersebut juga tergambar dari sosok Naira Intan Safitri, salah satu pembawa acara Open House. Saat berdialog dengannya, Gus Ipul mengetahui bahwa Naira telah kehilangan ibunya, sementara sang ayah yang bekerja sebagai tukang pijat kini tengah berjuang melawan stroke.
"Tapi sekarang lihat kamu, lebih segar, lebih percaya diri," kata Gus Ipul.
Menurutnya, kisah Naira menjadi bukti bahwa negara tidak meninggalkan anak-anak dari keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
"Ini adalah cara negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo," ujarnya.
Gus Ipul dan Pramono di akhir acara mengajak seluruh siswa meneriakkan yel-yel khas Sekolah Rakyat. "Cerdas bersama, Tumbuh setara!", "Sayangi orang tua, hormati guru!"
Turut hadir dalam kegiatan open house Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murthadho, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung, Kepala SRMA 10 Jakarta Ratu Mulyanengsih, serta para guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan calon siswa Sekolah Rakyat di Jakarta. ***
Berita Terkait
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli
-
Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Progres Pembangunan Capai 91 Persen
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantah Bahas RUU Pemilu! Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pendukung Prabowo
-
Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful
-
HUAWEI Pura90s Series 5G Hadir Usung 200MP Zoom Maxing, AI, & True Color Maxing
-
Mobil Listrik Makin Ramai, Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan
-
Tarif Ojol untuk Antar Barang dan Makanan Bakal Diatur Kemkomdigi, Ini Aturannya
-
Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Kita Masih Takut Menatap Masa Depan?
-
Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK