- Bupati Langkat Syah Afandin diduga terlibat korupsi pengadaan seragam sekolah yang membebani orang tua murid di daerah tersebut.
- Pengamat pendidikan Satriawan Salim mengecam praktik korupsi tersebut karena mencederai integritas dan tujuan utama pendidikan bagi para siswa.
- Aparat penegak hukum didesak meningkatkan pengawasan ketat terhadap proyek pendidikan agar anggaran sekolah digunakan demi kepentingan siswa sepenuhnya.
Suara.com - Dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah yang menyeret Bupati Langkat Syah Afandin menuai kecaman keras dari kalangan pengamat pendidikan. Praktik tersebut dinilai memperparah beban orang tua siswa di tengah biaya pendidikan yang terus meningkat.
Pengamat pendidikan Satriawan Salim menegaskan, korupsi di sektor pendidikan, khususnya pengadaan seragam, sangat merugikan masyarakat. Ia menyebut, praktik ini mencederai tujuan utama pendidikan sebagai ruang pembentukan karakter dan integritas.
“Kami sebagai organisasi pendidikan dan guru sangat mengecam peristiwa korupsi seragam sekolah. Ini jelas merugikan orang tua murid di tengah biaya pendidikan yang masih mahal, baik di tingkat dasar maupun menengah,” ujar Satriawan, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, kasus ini kembali membuktikan bahwa sektor pendidikan masih menjadi sasaran empuk praktik korupsi. Bahkan, pengadaan kebutuhan dasar siswa seperti seragam pun tidak luput dari penyimpangan.
“Ketika pengadaan seragam dikorupsi, tentu ada dampaknya. Yang menikmati justru kepala daerah yang mengambil celah dari proyek tersebut,” katanya.
Satriawan menilai, lemahnya pengawasan menjadi faktor utama maraknya korupsi di dunia pendidikan. Ia pun mendesak aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek pendidikan.
“KPK, Kejagung, dan kepolisian harus betul-betul mengawasi secara melekat. Jangan takut, orang tua murid juga harus berani melaporkan jika menemukan penyimpangan,” tegasnya.
Ia mengingatkan, praktik korupsi di pendidikan dapat merusak nilai-nilai dasar yang seharusnya diajarkan kepada siswa. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menghilangkan arah dan teladan dalam dunia pendidikan.
“Kalau di dunia pendidikan sudah terjadi korupsi, bagaimana kita membangun karakter, integritas, dan kejujuran? Kita bisa kehilangan kompas dan teladan,” ujarnya.
Satriawan pun mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas dalam mengusut kasus tersebut. Ia berharap penindakan yang kuat dapat memastikan anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk kepentingan siswa dan guru.
“Kami mendesak aparat penegak hukum tegas menindak kasus ini agar anggaran pendidikan yang besar benar-benar memenuhi hak-hak murid dan meningkatkan mutu pembelajaran,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Ketika Kebiasaan Buruk Menjadi Budaya, Korupsi Pun Sulit Diberantas
-
Bupati Langkat Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK
-
KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan