-
Presiden Iran mengecam lembaga internasional yang bungkam terhadap rentetan agresi mematikan militer Israel.
-
Pezeshkian menyerukan persatuan solidaritas negara Muslim untuk menghadapi ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
-
Rangkaian upacara pemakaman Khamenei digelar megah lintas negara dari Iran hingga ke Irak.
Suara.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menelanjangi ketidakberdayaan lembaga internasional dalam membendung sepak terjang militer Israel di Timur Tengah. Kelumpuhan badan dunia tersebut dinilai justru memberi ruang bagi Israel untuk melegitimasi aksi kekerasan di kawasan.
Kritik tajam ini sekaligus menjadi momentum bagi Teheran untuk menggalang kekuatan baru di dunia Islam. Iran kini bergerak memimpin konsolidasi guna meredam superioritas geopolitik lawan.
Pezeshkian menegaskan bahwa pembiaran yang dilakukan lembaga global saat ini sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, pembiaran ini seolah merestui setiap aksi pembunuhan berantai yang terjadi.
"Badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan," ujar Pezeshkian, dikutip dari Anadolu, Minggu (5/7/2026).
Pernyataan keras tersebut menggema di hadapan tokoh-tokoh dunia dalam forum KTT Teheran. Pertemuan besar ini digelar bersamaan dengan momen berkabung nasional di Iran.
Teheran menilai ada bias nyata dari para penegak hukum internasional dalam merespons konflik global. Janji perlindungan hak asasi manusia terbukti runtuh saat berhadapan dengan kepentingan politik tertentu.
Pezeshkian menilai organisasi internasional dan para pembela hak asasi manusia diharapkan untuk mencegah tindakan tersebut, tetapi sebaliknya, dukungan politik dan logistik yang diberikan.
Ketimpangan perlakuan ini membuat situasi keamanan di negara-negara Arab semakin rapuh dan tidak menentu. Penyerangan tanpa henti menghancurkan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat di sana.
Dia mengatakan Israel menyerang banyak negara di kawasan tersebut dan bertanggung jawab atas banyak krisis dan ketidakstabilan di seluruh Timur Tengah, menambahkan bahwa negara-negara Muslim tidak memulai agresi tersebut.
Baca Juga: Israel Tangkap 6 Siswa Palestina, Rumah Digerebek Tengah Malam
Kondisi kritis ini mendesak lahirnya poros baru yang lebih independen dan agresif di kancah global. Iran menyatakan kesiapannya memikul tanggung jawab besar untuk menyatukan visi perlawanan tersebut.
Pezeshkian juga merujuk pada dimulainya "kepemimpinan baru" bagi komunitas Islam, mengatakan bahwa kepemimpinan saat ini memikul tanggung jawab yang berat dan bahwa pemerintahnya akan terus bekerja menuju cita-cita revolusi, memperkuat persatuan Islam dan memperluas solidaritas di antara negara-negara Muslim.
Langkah diplomatik ini diambil di tengah duka mendalam yang menyelimuti jutaan warga Iran. Gelombang massa pembawa pesan duka terus memadati pusat-pusat peribadatan di ibu kota.
Pernyataan tersebut disampaikan saat upacara pemakaman Khamenei dimulai di Teheran, di mana ribuan pelayat berkumpul di Masjid Imam Khomenei Mosalla.
Prosesi penghormatan terakhir ini direncanakan berlangsung secara maraton lintas negara selama sepekan penuh. Upacara ini melibatkan jutaan penganut mazhab Syiah di seluruh kawasan.
Menurut jadwal resmi, upacara peringatan akan berlanjut di Teheran sepanjang akhir pekan dengan partisipasi kepala negara, pejabat senior, dan tokoh agama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang
-
Sempat Hilang! Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Narkoba
-
Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita