News / Internasional
Senin, 13 Juli 2026 | 09:13 WIB
Serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar (X)
Baca 10 detik
  • Sirene bahaya berbunyi di Bahrain akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.

  • Amerika Serikat meluncurkan serangan udara balasan setelah pangkalan militer mereka diserang pihak Iran.

  • Negara sekutu Amerika Serikat melaporkan dampak serangan imbas dari eskalasi konflik regional ini.

Suara.com - Sirene peringatan bahaya kembali menggema di Bahrain setelah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kian memanas.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain langsung merespons situasi darurat ini dengan meminta seluruh penduduk segera mencari tempat perlindungan.

Pemerintah setempat mengumumkan instruksi keselamatan tersebut melalui media sosial resminya pada Senin pagi waktu setempat.

Ledakan di Jufair, Bahrain yang merupakan markas besar Armada ke-5 NAVY AS (kiri) dan peta serangan rudal Iran di wilayah Israel, Sabtu (28/2/2026) sore. [Suara.com]

Melalui platform X, kementerian menegaskan, "Warga negara dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," demi menghindari dampak buruk konflik.

Langkah preventif ini terpaksa diambil menyusul serangan udara masif yang diluncurkan Washington ke wilayah Iran sejak Minggu sore.

Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi penggempuran tersebut telah berlangsung lebih dari tiga jam.

Militer Amerika Serikat mengklaim tindakan agresif ini merupakan balasan atas puluhan target militer Iran yang sebelumnya menyerang posisi mereka.

Ketegangan kian memuncak setelah Teheran meluncurkan gelombang serangan yang menyasar berbagai pangkalan militer Washington di kawasan tersebut.

Aksi saling balas ini menandai runtuhnya jalur diplomasi dan memperburuk stabilitas keamanan regional di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

Juru bicara militer Amerika Serikat menyatakan ketegangan baru ini dipicu oleh tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Pihak Iran dilaporkan menembaki sebuah kapal komersial yang sedang melintas di jalur perairan strategis kawasan tersebut.

Washington dan Teheran saat ini terus melontarkan klaim yang saling bertolak belakang mengenai status hukum lalu lintas maritim di sana.

Saluran perairan ini menjadi sangat krusial karena menjadi posisi tawar utama bagi Teheran dalam setiap proses negosiasi internasional.

Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk ikut melaporkan bahwa mereka terkena imbas serangan udara sepanjang akhir pekan.

Pemerintah Kuwait mengonfirmasi serangan tersebut telah menghantam pos perbatasan darat dan salah satu fasilitas anjungan minyak mereka.

Load More