News / Metropolitan
Senin, 13 Juli 2026 | 15:27 WIB
Video klarifikasi dan permintaan maaf dr. Anggi Aprilyani. (bidik layar video)
Baca 10 detik
  • DPP TOPAN RI melaporkan dokter kecantikan Anggi Aprilyani ke Polda Metro Jaya pada 12 Juli 2026.
  • Laporan tersebut terkait dugaan penistaan agama dalam video konten di gereja Manchester, Inggris, yang viral.
  • Pelapor menuntut proses hukum tetap berjalan meski pihak terlapor telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

dr. Anggi meraih gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) pada 28 April 2016, kemudian menyelesaikan Profesi Dokter (dr.) pada 10 Oktober 2018, dan Magister Sains Biomedis (M.Biomed.) pada 20 September 2019.

Selain itu, dr. Anggi juga menyandang gelar Dipl.CIBTAC (Confederation of International Beauty Therapy and Cosmetology), sertifikasi kecantikan internasional asal Inggris, serta memiliki kompetensi di bidang Anti-Aging Medicine (AAM).

Dalam perjalanan kariernya, dr. Anggi pernah memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Klarifikasi dan Minta Maaf

Diketahui, dr Anggi Aprilyani akhirnya menyampaikan permohonan maaf setelah video yang memperlihatkan dirinya berada di sebuah gereja Katolik di Manchester, Inggris, viral di media sosial.

Video tersebut memicu kontroversi karena Anggi mengaku mau muntah saat berada di dalam gereja. Pernyataan tersebut memancing beragam reaksi dari warganet.

Sebagian menilai ucapan Anggi Aprilyani sangat tidak bijak untuk disampaikan di media sosial, bahkan ada yang menudingnya telah melakukan penistaan terhadap tempat ibadah.

Menanggapi polemik yang berkembang, Anggi Aprilyani mengunggah video berisi permohonan maaf melalui akun TikTok dokterbarbarreal.

Dalam video itu, ia mengaku menyesali kegaduhan yang muncul akibat ucapannya.

Baca Juga: Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

Saya di sini memohon maaf atas kesalahpahaman yang telah saya perbuat," kata Anggi Aprilyani.

Owner Isy Beauty Center itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk melecehkan maupun menistakan gereja sebagai tempat ibadah yang sakral bagi umat Kristiani.

Anggi Aprilyani juga mengakui telah melakukan kekeliruan saat menyampaikan pengalamannya. Menurut dia, pemilihan kata yang kurang tepat membuat pesannya dipahami secara berbeda oleh publik hingga memicu berbagai penilaian negatif.

"Saat video saya buat, saya salah dalam memilih kosa kata karena ketidaktahuan saya. Saya mohon maaf atas kesalahan tersebut," katanya.

Load More