- Polda Metro Jaya memeriksa pengusaha Tan Kian bersama 14 saksi lainnya terkait penyidikan tiga kasus dugaan korupsi besar.
- Penyidik telah menyita barang bukti berupa emas batangan serta uang tunai ratusan miliar rupiah dari belasan lokasi penggeledahan.
- Pihak kepolisian menjadwalkan pemeriksaan terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah guna mendalami temuan barang bukti dalam rangkaian kasus korupsi tersebut.
Suara.com - Penyidikan tiga kasus dugaan korupsi bernilai jumbo kini turut menyeret nama taipan properti Tan Kian. Polda Metro Jaya mengungkap pengusaha tersebut telah diperiksa penyidik gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus, namun hingga kini statusnya masih sebagai saksi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, Tan Kian merupakan satu dari 15 saksi yang telah dimintai keterangan penyidik dalam pengusutan dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, PT Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau National Resources (KNI).
"Salah satunya adalah pihak yang tadi ditanyakan (Tan Kian). Jadi sampai saat ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi," ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026) malam.
Selain Tan Kian, penyidik juga telah memeriksa dua karyawan Cafe de'CLAN, empat orang dari Koin Money Changer, seorang saksi berinisial DR selaku pemilik rumah yang digeledah di Gandaria, serta saksi berinisial MIL.
Penyidik turut meminta keterangan dua petugas keamanan berinisial R dan A yang bertugas di rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
Menurut Budi, pemeriksaan para saksi dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian dugaan tindak pidana korupsi yang tengah diselidiki.
Periksa Jampidsus
Sebelumnya Budi juga memastikan penyidik akan memeriksa Jampidsus Febrie Adriansyah dalam perkara ini. Namun, jadwal pemanggilan belum diumumkan karena penyidik masih mendalami seluruh materi perkara dan alat bukti.
Dalam proses penyidikan Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri telah menggeledah 13 lokasi. Dari belasan lokasi itu penyidik menyita barang bukti bernilai fantastis, termasuk 74 kilogram emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang senilai sekitar Rp476 miliar dari rumah Jampidsus di kawasan Sentul.
Baca Juga: Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
Selain itu, disita pula uang sekitar Rp60 miliar dari Cafe de'CLAN di Cipete serta mata uang asing senilai sekitar Rp7,2 miliar dari sebuah money changer.
Rumah di Sentul telah diakui sebagai milik pribadi Febrie. Meski demikian, Febrie belum menjelaskan siapa pemilik emas dan uang tunai yang ditemukan di rumah tersebut.
Penyidik juga masih mendalami keterkaitan sebuah bingkai berisi foto keluarga yang turut disita dalam penggeledahan. Seluruh barang bukti tersebut kini masih ditelusuri untuk mengungkap dugaan korupsi dalam tiga perkara yang sedang diusut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara