Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional. Transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten serta penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia mendorong kinerja konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan sekaligus melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.
Integrasi BTN ke dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi katalisator utama dalam akselerasi transformasi Perseroan. Melalui Danantara, BTN mendapatkan akses pada penguatan sinergi lintas sektor yang lebih luas, efisiensi operasional melalui berbagi sumber daya (*shared services*), serta optimalisasi modal untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih masif.
Danantara berperan penting dalam memberikan arahan strategis agar BTN mampu bertransformasi menjadi bank modern yang lebih lincah, dengan memperkuat struktur permodalan serta menyelaraskan kebijakan bisnis dengan agenda pembangunan nasional yang lebih terintegrasi. Sinergi ini memastikan BTN memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan global serta kemampuan eksekusi yang lebih cepat dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem perbankan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan transformasi Perseroan mampu memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri perbankan.
"Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis *beyond mortgage* agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7).
Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi Perseroan hingga Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37% secara tahunan (*year-on-year/yoy*) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun.
Pendapatan bunga bersih (*Net Interest Income/NII*) tercatat sebesar Rp7,13 triliun atau tumbuh 15,15% yoy dibandingkan Rp6,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspansi bisnis Perseroan juga tetap terjaga dengan kualitas yang baik. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun atau meningkat 9,97% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat sebesar Rp433,95 triliun atau tumbuh 9,09% yoy dibandingkan Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
BTN juga mencatatkan peningkatan profitabilitas operasional yang kuat. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi mencapai Rp2,39 triliun atau meningkat 58,37% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp1,51 triliun. Sementara itu, *pre provision operating profit* (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun atau tumbuh 20,07% yoy dibandingkan Rp3,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
Kinerja tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hingga Mei 2026 tumbuh 4,96% yoy, sedangkan laba bersih konsolidasi BTN meningkat 54,37% yoy. Pertumbuhan kredit BTN sebesar 9,97% yoy juga berada di atas pertumbuhan kredit industri yang mencapai 8,62% yoy, sementara pertumbuhan DPK BTN sebesar 9,09% yoy melampaui rata-rata industri sebesar 4,29% yoy.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, BTN terus mempercepat transformasi bisnis melalui penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, percepatan digitalisasi layanan, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan organisasi yang semakin produktif, adaptif, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menurut Nixon, transformasi BTN sebagai bank *beyond mortgage* menjadi langkah strategis Perseroan untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan, mulai dari mewujudkan kepemilikan rumah, mendukung berbagai kebutuhan gaya hidup, hingga mempersiapkan masa pensiun. Pada saat yang sama, kami juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi untuk mempermudah transaksi di seluruh rantai nilai bisnis perumahan beserta sektor-sektor yang terkait di dalamnya. Dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, kami optimistis BTN akan terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan," kata Nixon. ***
Berita Terkait
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN
-
Bersama Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Menuju Kancah Internasional
-
Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target
-
BTN Borong Lima Penghargaan Internasional, Transformasi Beyond Mortgage Makin Diakui
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026