News / Internasional
Selasa, 14 Juli 2026 | 06:54 WIB
Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei. (X/@_GlobeObserver)
Baca 10 detik
  • Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bersumpah segera membalas kematian ayahnya melalui pesan Telegram.

  • Donald Trump merespons dengan menyiapkan seribu rudal untuk menghancurkan wilayah Iran jika terancam.

  • Konflik memuncak pasca pemakaman Ali Khamenei dan bocornya informasi intelijen dari pihak Israel.

Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa pembalasan atas kematian ayahnya merupakan keputusan mutlak dari seluruh rakyat. Melalui pesan tertulis di akun Telegram militer, suksesor kekuasaan Teheran ini memastikan tindakan balasan tersebut akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Pernyataan keras ini dirilis tepat di tengah prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan udara. Momentum ini langsung memicu eskalasi baru dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Keberadaan Mojtaba Khamenei sendiri hingga kini masih misterius karena ia belum pernah muncul di hadapan publik sejak menjabat. Suksesi kepemimpinan ini terjadi secara tertutup setelah sang ayah dinyatakan tewas pada akhir Februari lalu.

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya merilis pernyataan pertama setelah beredar kabar dirinya koma dan mengalami amputasi kaki akibat serangan udara AS–Israel. [Tangkap layar X]

“Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang syahid dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan hina,” tulis Mojtaba Khamenei dalam pernyataan resminya, dikutip dari TOI, Selasa (14/7/2026).

Laporan internal di Teheran menyebutkan sang pemimpin baru mengalami luka parah pada wajah dan anggota tubuhnya akibat serangan udara. Walaupun kondisinya berangsur pulih, aparat keamanan membatasi kemunculannya demi mengantisipasi operasi militer susulan dari intelijen asing.

Rakyat Iran yang memadati prosesi berkabung secara terbuka menyuarakan kemarahan mereka terhadap Gedung Putih. Massa mengarahkan tuntutan balas dendam tersebut langsung kepada Presiden Amerika Serikat saat ini.

Era baru dimulai di Teheran. Simak fakta-fakta penting mengenai penetapan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menurut laporan resmi.

“Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan pasti akan dilaksanakan,” tegas Mojtaba Khamenei dalam suratnya.

Ia menambahkan bahwa daftar nama seluruh pihak yang terlibat dalam serangan tersebut telah dikantongi secara detail oleh militer. Pihak Teheran memastikan para eksekutor tidak akan pernah bisa melarikan diri dari tanggung jawab hukum.

“Para penjahat ini — yang kami miliki daftar lengkapnya dari atas hingga bawah — akan membawa serta keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur ke makam mereka.” ucapnya dengan nada mengancam.

Baca Juga: Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka

Pesan tertulis tersebut mengindikasikan bahwa operasi pembalasan akan terus berjalan secara sistematis tanpa bergantung pada struktur komando formal. Rencana serangan ini diklaim telah menyebar ke jaringan simpatisan di berbagai belahan dunia.

“Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat lainnya. Apakah kita hadir or tidak, itu akan terjadi,” lanjut pesan tersebut.

Ia juga meyakini bahwa gerakan perlawanan global akan bergerak secara mandiri untuk mengeksekusi target.

“Segera orang-orang di antara para pencari kebebasan di seluruh dunia masing-masing akan melaksanakan bagian dari misi ilahi ini.”

Di tengah riuhnya prosesi pemakaman di Mashhad, gelombang sentimen anti-Amerika Serikat semakin tidak terbendung. Ribuan warga membawa poster bernada ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Donald Trump.

“Aku bersumpah demi darah pemimpin tertinggi, Trump, kami akan membunuhmu!” teriak kerumunan massa di lokasi pemakaman. Sentimen tersebut dipertegas oleh ratusan wanita yang membawa poster bertuliskan “Bunuh Trump.”

Load More