- Iran menyerang dua kapal tanker UEA di perairan Oman menggunakan rudal jelajah hingga menewaskan satu awak kapal.
- Pemerintah Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target di wilayahnya.
- Konflik di jalur perdagangan minyak strategis ini berpotensi menyebabkan gangguan rantai pasok serta lonjakan harga energi global.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz.
Serangan menggunakan rudal jelajah itu menewaskan satu awak kapal asal India dan melukai delapan lainnya, termasuk empat dalam kondisi kritis.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan kedua kapal tanker nasional mereka diserang di jalur selatan Selat Hormuz, tepatnya di perairan Oman.
“Ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” tulis pernyataan resmi otoritas setempat seperti dinukil dari Infobae.
Insiden tersebut memicu kebakaran di kedua kapal, namun api berhasil dikendalikan.
Pihak UEA menegaskan memiliki hak penuh untuk merespons dan mengambil langkah yang diperlukan demi menjaga keamanan nasional.
Situasi kian memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan lanjutan Amerika Serikat yang kembali menggempur target di wilayah Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa selat tersebut akan tetap terbuka.
Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen
“Dengan atau tanpa Iran, Selat Hormuz akan tetap beroperasi,” ujarnya, sembari mengumumkan tarif 20 persen untuk kapal yang melintas demi alasan keamanan.
Militer AS juga bersiap kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Komando Pusat AS menyebut langkah itu akan dimulai dalam waktu dekat sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Teheran.
Namun, Organisasi Maritim Internasional (IMO) menolak kebijakan tersebut.
Dalam pernyataannya, IMO menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap bebas dari pungutan dan intervensi militer sesuai hukum internasional.
Di sisi lain, Iran memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak bekerja sama dengan Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen
-
Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid
-
Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz
-
Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal
-
Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen
-
Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid
-
Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz
-
Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi
-
Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT