- PT Jasa Marga menggeser strategi bisnis menuju penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat melalui pendekatan infrastruktur sebagai ekosistem.
- Perusahaan mengelola 1.294 km jalan tol dengan fokus pada optimalisasi aset untuk mendorong konektivitas serta pertumbuhan ekonomi.
- Jasa Marga mengimplementasikan sistem digital melalui command center dan aplikasi Travoy guna meningkatkan keamanan serta kenyamanan pelanggan.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengedepankan penciptaan nilai berkelanjutan.
Selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, perusahaan kini menggeser strategi dari sekadar pertumbuhan infrastruktur menuju value-oriented.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan keberhasilan perusahaan kini tidak hanya diukur dari aset atau panjang jalan tol.
“Keberhasilan diukur dari nilai yang diciptakan bagi masyarakat dan negara, dengan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Transformasi ini juga ditandai dengan perubahan paradigma dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture.
Pendekatan ini menempatkan infrastruktur sebagai ekosistem yang mampu mendorong konektivitas, ekonomi, sekaligus meningkatkan pengalaman perjalanan pengguna.
“Kami ingin infrastruktur tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan kepercayaan publik,” kata Rivan. Ia menambahkan, setiap aset harus dikelola optimal agar memberi manfaat luas bagi masyarakat dan negara.
Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar dengan total 1.294 km jalan tol beroperasi. Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 36 konsesi dengan panjang mencapai 1.736 km dan melayani sekitar 3,5 juta kendaraan per hari.
Untuk meningkatkan layanan, Jasa Marga mengandalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Pusat kendali berbasis data ini memungkinkan pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, hingga pengambilan keputusan secara real-time.
Baca Juga: Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
Kehadiran JMTC dinilai meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Sistem terintegrasi memungkinkan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.
Akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi menilai langkah digitalisasi Jasa Marga sudah berada di jalur yang tepat.
“Mobilitas cerdas harus terintegrasi dalam ekosistem, dan Jasa Marga sudah memiliki command center yang mendukung keputusan berbasis data,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Rhenald Kasali menyoroti pentingnya pengalaman pelanggan di era digital.
“Ekspektasi masyarakat berubah, dan Jasa Marga menjawabnya melalui strategi customer experience, salah satunya lewat aplikasi Travoy,” katanya.
Aplikasi Travoy kini telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Platform ini memungkinkan pengguna mengakses informasi lalu lintas secara real-time untuk perjalanan yang lebih nyaman.
Berita Terkait
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah