News / Metropolitan
Rabu, 15 Juli 2026 | 04:20 WIB
ilustrasi jalan tol. Foto ist
Baca 10 detik
  • PT Jasa Marga menggeser strategi bisnis menuju penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat melalui pendekatan infrastruktur sebagai ekosistem.
  • Perusahaan mengelola 1.294 km jalan tol dengan fokus pada optimalisasi aset untuk mendorong konektivitas serta pertumbuhan ekonomi.
  • Jasa Marga mengimplementasikan sistem digital melalui command center dan aplikasi Travoy guna meningkatkan keamanan serta kenyamanan pelanggan.

Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengedepankan penciptaan nilai berkelanjutan.

Selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, perusahaan kini menggeser strategi dari sekadar pertumbuhan infrastruktur menuju value-oriented.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan keberhasilan perusahaan kini tidak hanya diukur dari aset atau panjang jalan tol.

“Keberhasilan diukur dari nilai yang diciptakan bagi masyarakat dan negara, dengan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Transformasi ini juga ditandai dengan perubahan paradigma dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture.

Pendekatan ini menempatkan infrastruktur sebagai ekosistem yang mampu mendorong konektivitas, ekonomi, sekaligus meningkatkan pengalaman perjalanan pengguna.

“Kami ingin infrastruktur tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan kepercayaan publik,” kata Rivan. Ia menambahkan, setiap aset harus dikelola optimal agar memberi manfaat luas bagi masyarakat dan negara.

Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar dengan total 1.294 km jalan tol beroperasi. Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 36 konsesi dengan panjang mencapai 1.736 km dan melayani sekitar 3,5 juta kendaraan per hari.

Untuk meningkatkan layanan, Jasa Marga mengandalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Pusat kendali berbasis data ini memungkinkan pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, hingga pengambilan keputusan secara real-time.

Baca Juga: Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka

Kehadiran JMTC dinilai meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Sistem terintegrasi memungkinkan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.

Akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi menilai langkah digitalisasi Jasa Marga sudah berada di jalur yang tepat.

“Mobilitas cerdas harus terintegrasi dalam ekosistem, dan Jasa Marga sudah memiliki command center yang mendukung keputusan berbasis data,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Rhenald Kasali menyoroti pentingnya pengalaman pelanggan di era digital.

“Ekspektasi masyarakat berubah, dan Jasa Marga menjawabnya melalui strategi customer experience, salah satunya lewat aplikasi Travoy,” katanya.

Aplikasi Travoy kini telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Platform ini memungkinkan pengguna mengakses informasi lalu lintas secara real-time untuk perjalanan yang lebih nyaman.

Load More