News / Nasional
Rabu, 15 Juli 2026 | 20:43 WIB
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr]
Baca 10 detik
  • Ledakan bom di MAN 3 Padang pada 15 Juli 2026 menuntut evaluasi terhadap peran pendampingan pendidikan bagi remaja.
  • Pakar pendidikan Arif Rohman mendorong sekolah dan orang tua menyediakan ruang dialog terbuka untuk memantau informasi anak.
  • Sinergi antara keluarga dan sekolah krusial agar remaja tidak terpengaruh ideologi radikal dari sumber informasi yang keliru.

"Nah, itu perlu dimunculkan wadah-wadah yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan dirinya, lalu berdialog," ucapnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar orang tua dan sekolah tidak memandang anak hanya berdasarkan nilai akademik atau prestasi.

Menurutnya, setiap anak harus diterima apa adanya, tetap diberikan dukungan ketika mengalami kegagalan, serta dibantu menemukan potensi terbaiknya agar tidak mencari pelarian dari sumber-sumber yang menyesatkan.

"Anak dipandang apa adanya, diajak dialog dengan plus minusnya itu, saya kira penting itu ya," pungkasnya.

Load More