News / Nasional
Kamis, 23 Juli 2026 | 15:31 WIB
Tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Roy Suryo (tengah) bersama pendukungnya usai mengikuti sidang pembacaan putusan permohonan praperadilan terkait penetapan tersangka dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (20/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Majelis Hakim PN Jaktim mengabulkan eksepsi dokter Tifa pada Kamis, 23 Juli 2026.
  • Terdakwa Roy Suryo optimis putusan sela tersebut menjadi yurisprudensi bagi kasus ijazah Jokowi.
  • Roy Suryo berkomitmen terus mengawal proses hukum lanjutan bersama tim penasihat hukumnya.

Suara.com - Pakar telematika, Roy Suryo, yang saat ini berstatus sebagai terdakwa, menyatakan optimisme baru dalam menghadapi proses hukum yang menjeratnya.

Hal ini terjadi setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) memberikan putusan sela yang mengabulkan eksepsi atau keberatan dari Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal sebagai dokter Tifa, pada Kamis (23/7/2026).

Keputusan Majelis Hakim PN Jaktim tersebut dianggap sebagai angin segar bagi Roy Suryo.

Pasalnya, kasus hukum yang sedang dijalani oleh Roy Suryo memiliki substansi yang serupa dengan perkara Dokter Tifa, yakni berkaitan dengan dugaan tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Roy menilai adanya kesamaan fundamental dalam konstruksi perkara yang dihadapi keduanya di meja hijau.

"Perkara ini adalah gugatannya sama dengan yang saya terima, ya. Jalannya juga sama, dakwaannya juga sama. Sehingga insya Allah, kalau memang hukum itu lurus, ya, ini tidak hanya menjadi preseden, tapi menjadi yurisprudensi," kata Roy di PN Jaktim, Kamis (23/7/2026).

Roy Suryo saat ini diketahui masih menempuh jalur hukum melalui sidang praperadilan terkait perkara ijazah Jokowi tersebut.

Dengan diterimanya eksepsi Dokter Tifa dalam putusan sela, Roy meyakini bahwa hal tersebut akan menjadi acuan hukum yang kuat bagi nasib perkaranya ke depan.

Ia memproyeksikan bahwa jika perkaranya telah memasuki tahap persidangan pokok, Majelis Hakim akan mengambil sikap yang konsisten dengan putusan terhadap Dokter Tifa.

Baca Juga: Menang di Pengadilan, Dokter Tifa Bersiap Gugat Rektor UGM Terkait Ijazah Jokowi

Keyakinan Roy didasarkan pada prinsip kesamaan di mata hukum.

Ia berharap hasil yang diterima Dokter Tifa dapat diimplementasikan secara serupa pada kasusnya, mengingat objek perkara yang diperdebatkan memiliki kemiripan yang signifikan.

"Jadi putusan dari dr Tifauzia Tyassuma ini akan kemudian nanti harus berlaku juga untuk kemudian kasus saya. Meskipun saya tetap harus menjalani persidangan dulu, kemudian kita masukkan gugatan yang sama," ucap dia.

Dalam jalannya persidangan di PN Jakarta Timur, putusan sela menjadi momen krusial yang menentukan apakah suatu perkara layak dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara atau berhenti karena keberatan terdakwa diterima.

Roy Suryo memandang bahwa diterimanya eksepsi Dokter Tifa merupakan sebuah petunjuk penting dalam proses pencarian keadilan yang sedang mereka perjuangkan bersama tim hukum masing-masing.

Roy Suryo juga memberikan apresiasi terhadap putusan Majelis Hakim PN Jaktim hari ini.

Load More