- Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang melaporkan temuan ratusan senjata api dan narkoba di area sekolah kepada kepolisian.
- Kuasa hukum yayasan membantah sengketa internal dan menegaskan Indra Wargadalem bukan ahli waris sah para pendiri.
- Keluarga Indra Wargadalem diduga menguasai mayoritas suara dalam rapat pembina yayasan untuk melakukan berbagai pelanggaran hukum.
Suara.com - Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP) membantah polemik di Sekolah Islam Harapan Ibu, Jakarta Selatan, semata-mata merupakan konflik internal yayasan. Mereka menegaskan, persoalan tersebut telah mengarah pada dugaan pelanggaran hukum setelah ditemukan ratusan senjata di salah satu ruang sekolah.
Kuasa hukum YHI-PP menyebut temuan itu mencakup 995 pucuk senjata jenis pistol, satu senjata api laras panjang, serta alat pembuat peluru. Dalam perkembangan selanjutnya, ditemukan pula dua linting ganja, narkoba, bong, dan 25 keping video porno.
Senjata-senjata tersebut diduga berkaitan dengan perusahaan milik Indra Wargadalem alias IWD. Menurut kuasa hukum, temuan tersebut tidak bisa direduksi sebagai perselisihan biasa di antara pengurus yayasan.
"Fakta tentang sekolah menjadi gudang senjata dan menyimpan narkoba hal ini tentu bukan konflik internal semata melainkan pelanggaran hukum yang tidak bisa ditolerir," tulis kuasa hukum dalam keterangannya.
Bantah Ada Sengketa Ahli Waris
Kuasa hukum YHI-PP juga membantah narasi yang menyebut polemik di yayasan merupakan sengketa antara ahli waris para pendiri.
Menurut mereka, tidak ada sengketa ahli waris dalam persoalan tersebut. Kuasa hukum juga menegaskan IWD bukan ahli waris salah satu pendiri yayasan.
"Dia orang luar yang masuk namun kemudian patut diduga ingin menguasai yayasan menjadi milik dan keluarganya," tulisnya.
Mereka turut membantah informasi yang menyebut keberadaan senjata di lingkungan sekolah berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler menembak.
Baca Juga: Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: 'Kayak Jual Kacang'
Kuasa hukum menegaskan Sekolah Islam Harapan Ibu sejak awal berdiri tidak pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Selain itu, area sekolah merupakan ruang yang digunakan anak-anak sehingga dinilai tidak memungkinkan dipakai untuk aktivitas menembak.
"Sejak sekolah berdiri tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak, karena tidak mungkin menembak diadakan didalam area sekolah juga, semua area sekolah adalah tempat terbuka untuk bermain anak, yang tentunya tidak aman untuk anak- anak (untuk kepentingan terbaik anak)," tegasnya.
Bantah Senjata Diketahui Pendiri
Kuasa hukum juga merespons narasi yang menyebut keberadaan senjata di ruang sekolah telah mendapat persetujuan almarhum Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, salah satu pendiri yayasan.
Mereka menyebut kondisi kesehatan Soerjo telah menurun sejak 2018. Pada sekitar 2020, ketika berusia 103 tahun, Soerjo disebut mengalami keterbatasan kemampuan hingga akhirnya meninggal dunia pada 2022 dalam usia 105 tahun.
Karena itu, kuasa hukum mempertanyakan klaim bahwa almarhum mengetahui dan menyetujui keberadaan kegiatan menembak di lingkungan sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan
-
UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta
-
Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"
-
Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah
-
Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi
-
Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan
-
1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai
-
Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware