- Sekjen Partai Gerindra Sugiono memimpin pertemuan koalisi pendukung pemerintah di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
- Utut Adianto menyatakan ketidakhadiran PDI Perjuangan dalam pertemuan tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik.
- PDI Perjuangan menegaskan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan, Utut Adianto, memberikan tanggapan santai terkait pertemuan silaturahmi para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai politik pendukung pemerintah yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81.
Sebagaimana diketahui, pertemuan yang dipimpin oleh Sekjen DPP Partai Gerindra, Sugiono, tersebut dihadiri oleh para petinggi partai anggota koalisi Merah Putih, namun tanpa kehadiran perwakilan dari PDIP.
Menanggapi hal tersebut, Utut Adianto menyatakan bahwa dirinya tidak bisa berkomentar terlalu jauh karena merupakan ranah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
Namun, ia melihat fenomena tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik.
"Kalau saya nggak bisa berkomentar, karena ini yang harusnya nanyanya ke Pak Hasto, tetapi kalau saya melihat orang bertemu itu bagian dari part of the game kan, wajar-wajar. Mereka bersatu, mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan," ujar Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Lebih lanjut, Utut menjelaskan bahwa PDIP tetap fokus pada fungsi pengawasan dan analisis mendalam terhadap arah kebijakan fiskal negara.
Ia menekankan pentingnya mencermati angka-angka dalam anggaran negara, termasuk target pajak dan belanja pemerintah.
"Kalau kami kan sudah punya catatan, orang kayak Pak Utut, belanja tahun lalu 3.843. Defisitnya 679, nah tahun ini berapa? PDB-nya bagaimana? Transfer ke daerah gimana? Belanja ke pemerintah pusat bagaimana? Target pajaknya bagaimana? Target PNBP-nya bagaimana? Itu nanti yang kita analisis," jelasnya.
Saat disinggung mengenai posisi politik PDIP terhadap pemerintahan saat ini, Utut menegaskan bahwa partainya tetap pada posisi mendukung pemerintah, namun tetap memberikan ruang bagi kritik yang konstruktif.
Baca Juga: Prabowo: Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Untung di Awal 2027, 20 Pesawat Reaktivasi!
"Ya kalau kita kan memang mendukung, tetapi kalau ada yang dirasakan nggak pas, kita memberikan kritikan. Tetapi tidak menghajar ya, memberikan kritikan," pungkasnya.
Sebelumnya, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah menggelar pertemuan silaturahmi di Jakarta.
Acara ini dipimpin oleh Sekjen DPP Partai Gerindra, Sugiono, dan dihadiri oleh para petinggi partai anggota koalisi Merah Putih.
Pertemuan yang dikemas dalam suasana makan malam akrab tersebut tidak hanya bertujuan untuk menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan hampir dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain Sugiono, hadir pula Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi serta para sekjen dari Koalisi Indonesia Maju, baik dari partai parlemen maupun nonparlemen. Partai yang tampak hadir di antaranya Golkar, PKB, Demokrat, PAN, PKS, NasDem, PSI, PBB, Gelora, Garuda, dan PRIMA.
Sementara itu, Sekjen PPP berhalangan hadir dan telah menyampaikan permohonan maaf.
Berita Terkait
-
Prabowo: Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Untung di Awal 2027, 20 Pesawat Reaktivasi!
-
Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
-
Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!
-
Dikelola dengan Akal Sehat, Setoran Dividen BUMN Justru Melonjak 400%
-
Ngaku Didatangi 4 Petugas Pajak Usai Kritik Menkeu Purbaya, Ferry Latuhihin: Ini Abuse of Power!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?