News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]
Baca 10 detik
  • Sekjen Partai Gerindra Sugiono memimpin pertemuan koalisi pendukung pemerintah di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
  • Utut Adianto menyatakan ketidakhadiran PDI Perjuangan dalam pertemuan tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik.
  • PDI Perjuangan menegaskan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan, Utut Adianto, memberikan tanggapan santai terkait pertemuan silaturahmi para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai politik pendukung pemerintah yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81.

Sebagaimana diketahui, pertemuan yang dipimpin oleh Sekjen DPP Partai Gerindra, Sugiono, tersebut dihadiri oleh para petinggi partai anggota koalisi Merah Putih, namun tanpa kehadiran perwakilan dari PDIP.

Menanggapi hal tersebut, Utut Adianto menyatakan bahwa dirinya tidak bisa berkomentar terlalu jauh karena merupakan ranah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

Namun, ia melihat fenomena tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik.

"Kalau saya nggak bisa berkomentar, karena ini yang harusnya nanyanya ke Pak Hasto, tetapi kalau saya melihat orang bertemu itu bagian dari part of the game kan, wajar-wajar. Mereka bersatu, mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan," ujar Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Lebih lanjut, Utut menjelaskan bahwa PDIP tetap fokus pada fungsi pengawasan dan analisis mendalam terhadap arah kebijakan fiskal negara.

Ia menekankan pentingnya mencermati angka-angka dalam anggaran negara, termasuk target pajak dan belanja pemerintah.

"Kalau kami kan sudah punya catatan, orang kayak Pak Utut, belanja tahun lalu 3.843. Defisitnya 679, nah tahun ini berapa? PDB-nya bagaimana? Transfer ke daerah gimana? Belanja ke pemerintah pusat bagaimana? Target pajaknya bagaimana? Target PNBP-nya bagaimana? Itu nanti yang kita analisis," jelasnya.

Saat disinggung mengenai posisi politik PDIP terhadap pemerintahan saat ini, Utut menegaskan bahwa partainya tetap pada posisi mendukung pemerintah, namun tetap memberikan ruang bagi kritik yang konstruktif.

Baca Juga: Prabowo: Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Untung di Awal 2027, 20 Pesawat Reaktivasi!

"Ya kalau kita kan memang mendukung, tetapi kalau ada yang dirasakan nggak pas, kita memberikan kritikan. Tetapi tidak menghajar ya, memberikan kritikan," pungkasnya.

Sebelumnya, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah menggelar pertemuan silaturahmi di Jakarta.

Acara ini dipimpin oleh Sekjen DPP Partai Gerindra, Sugiono, dan dihadiri oleh para petinggi partai anggota koalisi Merah Putih.

Pertemuan yang dikemas dalam suasana makan malam akrab tersebut tidak hanya bertujuan untuk menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan hampir dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Selain Sugiono, hadir pula Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi serta para sekjen dari Koalisi Indonesia Maju, baik dari partai parlemen maupun nonparlemen. Partai yang tampak hadir di antaranya Golkar, PKB, Demokrat, PAN, PKS, NasDem, PSI, PBB, Gelora, Garuda, dan PRIMA.

Sementara itu, Sekjen PPP berhalangan hadir dan telah menyampaikan permohonan maaf.

Load More