- Hasil laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo belum keluar.
- Tim forensik menghadapi tantangan pemeriksaan karena jenazah Sutrimo yang diekshumasi sudah mengalami pembusukan.
- Polda Metro Jaya meningkatkan status penyelidikan kasus kematian Sutrimo ke penyidikan setelah keluarga melaporkan berbagai kejanggalan.
Suara.com - Misteri penyebab kematian Sutrimo, Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, belum terjawab. Hingga Selasa (18/8/2026), hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel jasad Sutrimo, termasuk pemeriksaan toksikologi untuk mendeteksi kemungkinan racun, masih belum keluar.
Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengatakan tim forensik masih menunggu seluruh hasil pemeriksaan laboratorium.
"Belum selesai hasil pemeriksaaan labnya," kata Hastry kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Dengan demikian, belum ada kesimpulan apakah terdapat zat beracun atau senyawa lain yang berkontribusi terhadap kematian Sutrimo. Pemeriksaan toksikologi menjadi salah satu bagian penting untuk mengungkap kemungkinan tersebut.
Selain toksikologi, sampel yang diambil saat ekshumasi juga diperiksa melalui histopatologi dan DNA. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan membantu tim forensik mengurai penyebab kematian Sutrimo secara ilmiah.
Jasad Sudah Membusuk, Jadi Tantangan Pemeriksaan
Proses pemeriksaan terhadap jasad Sutrimo juga menghadapi kendala karena jenazah telah dimakamkan selama hampir tiga pekan sebelum diekshumasi.
Hastry menyebut kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan menjadi tantangan tersendiri bagi tim forensik.
"Karena jenazah sudah 19 hari tentu sudah busuk sekali itu lah tantangannya," ujarnya.
Baca Juga: Kejagung Periksa 2 Saksi Swasta dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Kondisi tersebut membuat pemeriksaan tidak hanya mengandalkan temuan visual. Tim harus mengandalkan pemeriksaan laboratorium terhadap berbagai sampel yang masih dapat diperoleh dari jasad.
Tak Ada Luka Kekerasan
Sebelumnya, saat ekshumasi di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026), tim forensik tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan tumpul maupun tajam pada jasad Sutrimo.
Ketua tim forensik, Ahmad Yudianto, mengatakan pemeriksaan luar dan dalam secara visual tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan. Tim kemudian mengambil sampel dari berbagai bagian tubuh untuk mencari penyebab pasti kematian.
Sampel tersebut antara lain berasal dari jaringan kulit yang dicurigai mengalami kelainan, swab, serta organ dalam seperti lambung dan jantung.
Pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya racun, sementara histopatologi digunakan untuk memeriksa kondisi jaringan.
Tim juga menindaklanjuti informasi bahwa Sutrimo sempat ditemukan dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan buih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
Tak Ada Pembatalan, Penerbangan ke NTT Masih Normal
-
Film Biopik The Beatles Rilis 2028, Resmi Syuting Perdana di Abbey Road
-
Jasad Membusuk Jadi Tantangan Tim Forensik Ungkap Kematian Sutrimo
-
Gowa Motor Group Lirik VinFast Perkuat Jaringan Mobil Listrik di Indonesia, Targetkan 150 Showroom
-
Setelah Merah Putih Diturunkan: Melacak Jejak Sampah Visual dan Nasib Jutaan Bendera Bekas
-
Dari Driver Ojol hingga Petani: Saat Makeup di JFC 2026 Bicara Soal Perjuangan Nyata Wanita
-
Bye Kulit Kering! 4 Moisturizer Cream Rp50 Ribuan untuk Skin Barrier Sehat
-
Mobil Terlaris Suzuki 2026 Januari hingga Juli: Carry Jadi Tulang Punggung
-
PMI Siapkan Operasi Besar Penanganan Gempa NTT
-
Bongkar Keseruan BRI di FKS 2026: Kulineran Enak, Dapat Gadget Pula!