News / Internasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:41 WIB
Ambrolnya terowongan tambang emas tradisional di Zamboye merenggut lebih dari seratus nyawa pekerja. (Anadolu)
Baca 10 detik
  • Ambrolnya terowongan tambang emas di Zamboye menewaskan lebih dari seratus penambang tradisional.

  • Tim penyelamat terus mengevakuasi korban tertimbun di tengah terbatasnya peralatan keselamatan kerja.

  • Pemerintah Afrika Tengah mengusut penyebab runtuhnya terowongan tambang yang kerap menelan korban jiwa.

Laurent Ngon Baba, pejabat lokal Baboua, mengakui rumitnya memverifikasi data pasti pada situasi darurat tersebut.

“Pada tahap ini, sulit bagi kami untuk menetapkan jumlah pasti korban,” ungkap Laurent Ngon Baba.

Apa Kata Para Saksi Mata dan Pemerintah Terkait Tragedi Ini?

Detik-detik ambrolnya permukaan tanah terjadi sangat cepat hingga menutup akses keluar bagi ribuan pekerja yang berada di dalam lorong.

Cedric Mbango, seorang penambang di lokasi kejadian, menggambarkan situasi mencekam saat bencana itu melanda.

“Tanah benar-benar runtuh dan mengubur orang-orang. Saat saya berbicara dengan Anda, orang-orang lain masih tertimbun. Upaya penyelamatan sedang berlangsung,” tutur Cedric Mbango.

Jajaran pemerintah pusat bergerak memberikan respons dan menyatakan rasa simpati mendalam kepada keluarga korban.

Evariste Ngamana, juru bicara pemerintah, menegaskan bahwa pihak berwenang sedang bekerja keras untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada mereka yang terdampak.

Kerja sama lintas negara juga digalang mengingat lokasi tambang berada sangat dekat dengan wilayah perbatasan Kamerun.

Baca Juga: Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Gregoire Mvongo, Gubernur wilayah Kamerun Timur, menyatakan melalui siaran radio publik CRTV bahwa mereka bekerja sama secara erat dengan rekan-rekan Afrika Tengah kami untuk mengatasi dampak dari tragedi ini.

Mengapa Kecelakaan Tambang Sering Terjadi di Afrika Tengah?

Aktivitas penambangan ilegal dan tradisional tanpa standar keselamatan baku memang menjadi persoalan kronis di Republik Afrika Tengah. Ribuan warga menggantungkan hidup pada sektor ekstraktif informal ini tanpa dilengkapi pelindung diri yang memadai.

Ketiadaan pengawasan ketat dari pemerintah membuat keselamatan kerja kerap diabaikan demi mengejar hasil tambang harian. Rentannya struktur tanah di area bekas galian terowongan sering kali berubah menjadi petaka mematikan sewaktu-waktu.

Tragedi Zamboye bukanlah insiden pertama, melainkan kelanjutan dari rentetan kecelakaan serupa dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juni lalu, puluhan penambang tewas akibat runtuhnya lokasi tambang emas Be-Mbari di perbatasan Kamerun.

Sebelumnya pada pertengahan Maret, tanah longsor di tambang Desa Ngourroum merenggut tujuh korban jiwa. Sementara pada Februari, insiden serupa di wilayah Gordi yang berada di timur laut juga menewaskan 20 orang penambang.

Load More