Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Istana Kepresidenan Jakarta. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Sekjen Golkar M. Sarmuji mengonfirmasi bahwa Menteri ATR Nusron Wahid telah mundur dari struktur kepengurusan partai.
  • KPK menetapkan delapan tersangka kasus suap HGB pasca-OTT 14 September 2026 yang melibatkan orang dekat Nusron.
  • Nusron menyatakan sikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK untuk perbaikan internal kementerian.

"Tidak masuk di akal publik yang begini ini tidak diperiksa. Enggak masuk akal. Sudah disebut kok terang-terangan," tegas Mahfud.

Di sisi lain, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidikan saat ini masih dalam fase pendalaman alat bukti pasca-peningkatan status hukum dari operasi tangkap tangan. KPK meminta masyarakat untuk bersabar dan memantau perkembangan penyidikan.

"Apakah kemudian nanti ada pihak-pihak lain yang diduga punya peran signifikan dalam konstruksi perkara tersebut? Kita sama-sama tunggu perkembangannya," ujar Budi.

Di tengah situasi yang semakin genting, Nusron berupaya meyakinkan publik bahwa pelayanan di Kementerian ATR/BPN tetap berjalan normal.

Ia menegaskan, seluruh jajaran diminta untuk tetap solid dan menjalankan tugas sesuai standar, meskipun di saat bersamaan, posisi politiknya di partai kini tampak tidak lagi memiliki tumpuan struktural.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com