Ahmad Doli Sebut Kekerasan Anak Sudah Darurat: Wake-Up Call buat Kita Semua

Senin, 02 November 2026 | 17:57 WIB
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. (Suara.com/Bagaskara)
BACA 10 DETIK
  • Wakil Ketua Baleg DPR Ahmad Doli Kurnia dan Atalia Praratya menemui Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di Jakarta pada Senin, 2 November 2026.
  • Pertemuan membahas penanganan situasi darurat kekerasan anak melalui kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, lembaga legislatif, dan masyarakat.
  • DPR dan Kemen PPPA sepakat memperkuat pencegahan dari tingkat keluarga serta merencanakan kampanye serentak pada Hari Anak Internasional, 20 November mendatang.

Suara.com - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, bersama anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, di Kantor Kemen PPPA, Jakarta, Senin (2/11/2026). 

Pertemuan ini membahas langkah konkret penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap anak yang dinilai sudah berada dalam situasi darurat.

Usai pertemuan, Ahmad Doli Kurnia menegaskan bahwa keselamatan anak-anak Indonesia harus menjadi prioritas bersama.

"Ini tetap berkaitan dengan soal bagaimana kita menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kekerasan. Situasi ini sebetulnya sudah bisa disebut sudah darurat ya sebetulnya begitu ya. Ini wake-up call-lah buat kita semua bahwa anak-anak ini tidak boleh dibiarkan," ujar Doli.

Doli yang juga inisiator ADK Movement ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral, baik di tingkat lembaga legislatif maupun kementerian, untuk membangun gerakan pencegahan secara menyeluruh.

"Ini harus ada kolaborasi, harus ada sinergi semua stakeholder, baik ada di pemerintah maupun di masyarakat, semua tingkatan, ya," katanya. 

"Di level kementerian, mungkin sudah banyak juga selain Menteri PPPA, karena Bu Menteri ini enggak bisa dibiarkan sendiri untuk menghadapi masalah ini, ya," tambahnya.

Sementara itu, Men PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyambut baik kunjungan tersebut dan sepakat bahwa penanganan kekerasan anak harus berfokus pada penguatan fondasi di tingkat hulu, yakni keluarga.

"Kami, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tidak ingin hanya menjadi pemadam kebakaran. Setiap kasus kami selesaikan... tapi di sisi yang paling penting adalah kita ingin menyelesaikan di tingkat hulu, yaitu keluarga," tutur Arifatul.

Ia juga menambahkan bahwa perlindungan terbaik bagi anak dibangun melalui penanaman nilai moral dan keagamaan, serta melalui penguatan ruang kolaborasi masyarakat hingga ke tingkat desa.

"Kita bentengi anak-anak kita bukan dengan peraturan atau benteng pagar besi yang tinggi, tetapi benteng yang kita tanamkan pada anak-anak kita adalah benteng yang tertanam dalam hati, yaitu nilai-nilai agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti," pungkasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, DPR dan Kemen PPPA berencana menggelar kampanye serentak yang direncanakan bertepatan dengan Hari Anak Internasional pada 20 November mendatang guna membangun kesadaran nasional melawan kekerasan anak.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com