- Anggota DPR RI Hj. Ansari menyerap aspirasi nelayan terkait kelangkaan solar saat reses di Pamekasan, Kamis (29/10/2026).
- Ia mendorong peningkatan UMKM olahan hasil laut Desa Pegagan agar mengurus sertifikasi halal demi memperluas pasar.
- Hj. Ansari juga mengajak masyarakat melestarikan lingkungan laut serta meningkatkan keterlibatan perempuan dalam bidang pemerintahan.
Suara.com - Kelangkaan solar dan keterbatasan akses pengembangan usaha menjadi persoalan yang masih dihadapi masyarakat pesisir. Aspirasi tersebut disuarakan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, saat menghadiri Tasyakuran Petik Laut 2026 di Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Kamis (29/10/2026).
Kehadiran Hj. Ansari dalam tradisi Petik Laut atau Rokat Tasek tersebut merupakan bagian dari agenda reses. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mendorong perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan nelayan.
Dalam sambutannya, Hj. Ansari secara khusus menyoroti keluhan masyarakat mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera dicarikan solusi agar aktivitas dan penghidupan nelayan tidak terganggu.
“Dan mudah-mudahan Bapak Bupati juga bisa memberikan solusi terhadap kelangkaan solar yang tadi dikeluhkan oleh masyarakat pesisir,” ujar Hj. Ansari.
Selain persoalan solar, ia juga mendorong pemerintah memberikan kemudahan perizinan bagi masyarakat pesisir. Langkah tersebut dinilai penting agar nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil laut dapat mengembangkan kegiatan ekonominya.
Dorong UMKM Olahan Hasil Laut Pegagan
Hj. Ansari menilai masyarakat pesisir memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Hasil laut yang ditangkap dan diolah nelayan menjadi sumber penghidupan sekaligus komoditas ekonomi yang memiliki potensi besar.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak hanya bergantung pada aktivitas menangkap ikan. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis hasil laut perlu diperkuat agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kita juga harus memfasilitasi masyarakat supaya tidak hanya berhenti dari hasil lautnya saja, tetapi juga UMKM, sehingga hasil-hasil laut itu bisa diolah,” katanya.
Ia juga mendorong produk olahan hasil laut dari Desa Pegagan mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas produk dan melengkapi persyaratan legalitas usaha.
Hj. Ansari secara khusus mengajak pelaku UMKM, termasuk produsen ikan teri dan berbagai produk olahan laut, untuk segera mengurus sertifikasi halal.
Ia menyebut memiliki kemitraan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sehingga peluang fasilitasi sertifikasi halal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Bapak/Ibu yang memiliki usaha, baik itu usaha hasil laut ataupun usaha teri atau sejenisnya, sebaiknya segera didaftarkan untuk memiliki izin halal,” tuturnya.
Turun ke Bibir Pantai, Ajak Warga Jaga Laut
Tidak hanya menyampaikan aspirasi dari atas panggung, Hj. Ansari juga menyempatkan diri menyapa masyarakat di kawasan bibir pantai setelah prosesi pelepasan gitek perahu.