- Wakil Waketum Partai Gerindra Habiburokhman membantah partainya mengintervensi kasus narkoba tiga anggota DPRD di Jawa Timur.
- Habiburokhman mengungkap adanya dugaan oknum polisi meminta uang Rp 50 juta kepada legislator tersebut.
- Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan memutasi tujuh anggota Satnarkoba karena diduga melanggar standar operasional prosedur.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman membantah partainya melakukan intervensi dalam penanganan kasus narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD di Jawa Timur. Ia justru mengungkap dugaan adanya anggota polisi yang meminta uang sekitar Rp50 juta kepada para legislator tersebut.
"Sejak saat OTT sampai saat ini tidak pernah melakukan bentuk komunikasi berupa intervensi apapun," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Di tengah penegasan itu, Habiburokhman menyebut dirinya mendapat informasi mengenai dugaan permintaan uang oleh oknum polisi kepada anggota DPRD yang terjerat kasus narkoba.
"Kalau enggak salah Rp50 juta atau berapa begitu kan ya, minta uang. Tentu hal tersebut juga tidak bisa dibenarkan," ujarnya.
Habiburokhman tidak merinci siapa anggota polisi yang diduga meminta uang maupun kepada siapa permintaan tersebut ditujukan. Ia juga tidak menjelaskan lebih jauh kapan dugaan itu terjadi.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan sebelumnya menyatakan telah memutasi tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya ke jajaran kepolisian sektor.
Mutasi dilakukan menyusul dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).
"Mutasi di jajaran Polrestabes Surabaya, dan terkait dengan tujuh anggota Satnarkoba yang memang terkena mutasi, itu memang saat ini diduga ada dugaan pelanggaran terhadap SOP," kata Luthfie.
Namun, Luthfie tidak merinci apakah dugaan pelanggaran SOP tersebut berkaitan dengan penanganan kasus narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD dari Gerindra.
Habiburokhman menegaskan partainya menghormati proses hukum dan tidak akan mencampuri penanganan perkara tersebut. Gerindra juga telah memecat ketiga kadernya dari keanggotaan legislatif.
"Kita saling menghormati dan kami tentu tidak akan mengintervensi apa pun," tuturnya. (Antara)