- Aisyah Thisia, istri Gubernur Kalimantan Tengah, menuai perbincangan warganet karena melepas hijab pada unggahan Instagram terbarunya.
- Aisyah sebelumnya juga disorot akibat video peragaan busana Kriyanusa 2026 di Jakarta pada akhir September lalu.
- Unggahan video fashion show tersebut dinilai warganet kurang berempati di tengah bencana kebakaran hutan Kalimantan Tengah.
Suara.com - Penampilan terbaru Aisyah Thisia Sabran, istri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam unggahan terbaru di akun Instagram miliknya, Aisyah terlihat tidak mengenakan hijab, berbeda dari penampilannya yang sebelumnya kerap terlihat berhijab saat beraktivitas.
Perubahan penampilan tersebut memicu beragam komentar dari warganet.
Sebagian mempertanyakan keputusannya, sementara lainnya mengingatkan bahwa pilihan mengenakan hijab merupakan hak pribadi.
“Update terbaru Ibu Gubernur udah lepas hijab ya sekarang?” tulis salah satu warganet.
“Pakai jilbab juga karena pilgub,” komentar akun lainnya.
Namun, ada pula warganet yang meminta publik tidak terburu-buru menghakimi Aisyah. “Dia itu mualaf dan kalau pakai hijab saat ada kegiatan formal aja. Udah gitu aja kok repot cari-cari kesalahan orang lain. Itu hak dia,” tulis seorang pengguna media sosial.
Komentar lain menyebut Aisyah diduga sesekali mengenakan hijab dan sesekali tidak.
Aisyah Thisia Pernah Disorot karena Video Fashion Show
Nama Aisyah Thisia Halijam, yang juga dikenal sebagai Aisyah Thisia Bianty, sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah video dirinya berjalan di atas catwalk kembali beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Aisyah tampil mengenakan busana bernuansa kebaya dan kain batik yang terinspirasi dari kearifan lokal suku Dayak.
Penampilannya merupakan bagian dari pameran kerajinan Nusantara Kriyanusa 2026 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Acara itu berlangsung pada 26–30 September 2026.
Namun, video peragaan busana Aisyah kembali ramai dibicarakan pada Oktober 2026, ketika Kalimantan Tengah tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Sejumlah warganet menilai unggahan tersebut kurang menunjukkan empati terhadap warga yang terdampak bencana.
Kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap masalah kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).