Jokowi akan Tunjukkan Ijazah SD hingga Sarjana UGM di Sidang Roy Suryo Hari Ini!

Kamis, 05 November 2026 | 07:31 WIB
Presiden ke-7 Jokowi akan menunjukkan ijazah pendidikannya, mulai dari SD hingga sarjana di sidang Roy Suryo. [Suara.com/Ari Welianto]
BACA 10 DETIK
  • Presiden ke-7 RI Jokowi akan menghadiri sidang tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.
  • Jokowi berencana menunjukkan seluruh ijazah pendidikannya dari tingkat SD hingga perguruan tinggi untuk membuktikan keasliannya di hadapan majelis hakim.
  • Polres Metro Jakarta Timur memperketat pengamanan dengan tiga lapis penjagaan, pembatasan pengunjung sidang, serta penerapan rekayasa lalu lintas.

Suara.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi akan menghadiri sidang kasus tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan dr Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Dalam persidangan tersebut, Jokowi berencana menunjukkan ijazah pendidikannya, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sarjana.

Jokowi juga akan menjelaskan riwayat pendidikannya, termasuk pengalamannya menempuh kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 1980–1985.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, mengatakan ijazah SMA dan perguruan tinggi saat ini berada di tangan jaksa penuntut umum (JPU). Sementara ijazah SD dan SMP akan dibawa langsung oleh Jokowi.

Jokowi rencananya akan meminta izin kepada majelis hakim untuk memperlihatkan ijazah SMA dan perguruan tinggi tersebut di ruang sidang. Dokumen itu nantinya dapat dilihat hakim, jaksa, penasihat hukum terdakwa, hingga pengunjung sidang.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Jokowi menjawab polemik keaslian ijazah yang selama ini dipersoalkan Roy Suryo dan pihak lainnya.

Ilustrasi-Pengadilan Negeri Jakarta Timur dijaga ketat oleh aparat kepolisian. (Suara.com/M. Yasir)

Pengamanan Tiga Lapis, Pengunjung Dibatasi

Kehadiran Jokowi membuat pengamanan di PN Jakarta Timur diperketat.

Polres Metro Jakarta Timur menyiapkan tiga lapis pengamanan, mulai dari area ruang sidang, lingkungan kompleks pengadilan, hingga bagian luar gedung.

Selain pengamanan, jumlah pengunjung yang dapat masuk ke ruang sidang juga dibatasi maksimal 80 orang. Kesempatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum tanpa membedakan pihak yang mendukung maupun menolak Jokowi.

Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar PN Jakarta Timur mulai pukul 06.00 WIB. Pengalihan arus akan dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kendaraan dari arah Klender melalui Jalan I Gusti Ngurah Rai yang hendak menuju PN Jakarta Timur maupun Kantor Wali Kota Jakarta Timur, khususnya yang melintasi flyover, akan dialihkan melalui jalur alternatif.

Sementara kendaraan dari arah Penggilingan yang menuju pengadilan diarahkan melintasi Pasar Inpres. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi persidangan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com