- PLTMH Gunung Halu di Kabupaten Bandung Barat menyediakan pasokan listrik terjangkau bagi warga Kampung Tangsi Jaya sejak November 2026.
- Warga lokal seperti pemilik bengkel Rusman dan pandai besi Abah Pendi memanfaatkan listrik murah untuk menunjang usaha.
- Penggunaan listrik PLTMH menghasilkan penghematan biaya bulanan secara signifikan dibandingkan menggunakan pasokan listrik dari PLN.
Suara.com - Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Gunung Halu tak sekadar menerangi rumah warga Kampung Tangsi Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.
Energi terbarukan ini juga menjadi penopang usaha kecil warga karena menyediakan pasokan listrik dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.
Dengan iuran mulai Rp25 ribu per bulan, warga bisa memanfaatkan listrik PLTMH untuk berbagai kebutuhan, termasuk menjalankan peralatan usaha.
Biaya tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan jika mereka harus mengandalkan pasokan listrik dari PLN.
Rusman, pemilik bengkel pengelasan di Kampung Tangsi Jaya, menjadi salah satu warga yang merasakan manfaatnya.
Ia menggunakan listrik PLTMH untuk mengoperasikan gerinda, mesin kompresor, dan sejumlah peralatan lain dengan total kebutuhan daya mencapai 2.000 watt.
Untuk kebutuhan tersebut, Rusman hanya perlu membayar iuran Rp25 ribu setiap bulan. Sementara jika menggunakan listrik PLN, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai empat kali lipat.
"Kalau pakai PLN kan lebih mahal. 100.000 per bulan," tutur Rusman pada Rabu, (4/11/2026).
Kualitas Listrik
Bukan hanya soal biaya, Rusman juga menilai kualitas listrik dari PLTMH Gunung Halu cukup baik untuk menunjang aktivitas bengkelnya.
Meski mengandalkan debit air Sungai Ciputri dengan kapasitas pembangkit 32 kW, pasokan listrik disebutnya tetap stabil.
Ia mengaku belum pernah mengalami pemadaman selama menggunakan listrik dari pembangkit mikrohidro tersebut.
"Sangat beda kualitasnya. Jadi sekarang pakai PLTMH saja buat pengelasan, soalnya bagus setrumnya," terang dia.
Manfaat serupa dirasakan Abah Pendi, seorang pandai besi di dusun yang sama. Ia mengandalkan listrik PLTMH untuk memproduksi berbagai jenis golok.
Dalam proses produksinya, Pendi membutuhkan daya listrik sekitar 4 ampere. Untuk kebutuhan usaha sekaligus pasokan listrik rumah, ia hanya membayar iuran Rp50 ribu per bulan.