Prabowo Ingin Bangun Museum Agung Nasional di Kawasan Monas, Jadi Pusat Sejarah hingga Rekreasi

Jum'at, 06 November 2026 | 08:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto (setkab.go.id)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembangunan Museum Agung Nasional di kawasan Monas, Jakarta, dalam rapat terbatas hari Kamis.
  • Proyek yang disampaikan oleh Seskab Teddy Indra Wijaya ini bertujuan menjadi pusat sejarah, pendidikan, dan rekreasi generasi muda.
  • Pembangunan museum ini melanjutkan revitalisasi Galeri Nasional serta Museum Gajah guna menciptakan fasilitas publik yang menjadi kebanggaan nasional.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Museum berskala besar ini dirancang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, sekaligus rekreasi bagi masyarakat, terutama pelajar dan generasi muda.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, rencana pembangunan museum tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," kata Teddy di Jakarta, Kamis malam.

Pembangunan Museum Agung Nasional menjadi kelanjutan dari revitalisasi dua institusi kebudayaan di kawasan Medan Merdeka, yakni Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur dan Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Selain membahas pembangunan museum, rapat tersebut turut menyoroti rencana revitalisasi kawasan Monas dan Stasiun Gambir serta pengembangan jaringan rel kereta api di Pulau Bali.

Rapat terbatas itu dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

Menurut Teddy, pembangunan museum dan revitalisasi kawasan Monas diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman dan indah. Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat fungsi kawasan Monas sebagai ruang edukasi sekaligus tempat masyarakat mengenal sejarah Indonesia.

Prabowo juga menginginkan berbagai program pengembangan fasilitas publik tidak berhenti pada peningkatan kualitas layanan, tetapi mampu menghadirkan infrastruktur yang menjadi kebanggaan nasional.

"Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, dan pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional," ujar Teddy.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com