NTB.Suara.com – Viralnya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario yang merupakan anak Ditjen Pajak berbuntut panjang ke terbongkarnya Motor Gede atau moge yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor.
Selain itu netizen juga menyoroti gaji dan tunjangan kinerja para pejabat yang ternyata besarnya mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Banyak warganet membandingkan dengan profesi lain seperti dokter dan guru.
Seorang warganet yang berprofesi sebagai dokter yaitu dr. Andi Khomeini Takdir menyebut jika tunjangan satu orang pejabat eselon I Ditjen Pajak sama dengan 23 orang dokter pendidik klinis, yang dimana tanggung jawabnya juga besar.
Dari aturan yang ditetapkan pemerintah, tunjangan kinerja pejabat eselon I Ditjen Pajak mencapai Rp 117,37 juta, sedangkan tunjangan dokter pendidik klinis hanya Rp 5,07 juta, itu pun yang tertinggi di antara dokter lainnya.
Jika dibandingkan dengan tunjangan pejabat paling rendah pun di Ditjen pajak, masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan dokter pendidik klinis. Diketahui tunjangan terendah adalah penilai PBB muda yang nilai tunjangannya mencapai Rp 21 juta.
Dokter Khomeini pun meminta kepada masyarakat untuk berpikir dua kali jika ingin mendorong anaknya kuliah di Fakultas Kedokteran yang mahal. Karena tidak sebanding dengan gaji dan tunjangan mereka.
“Tunjangan 1 orang pejabat eselon I, sama dengan tunjangan untuk 23 orang dokter pendidik klinis. Orang tua yang mau memasukkan anaknya ke Fakultas Kedokteran mungkin sebaiknya pikir-pikir lagi. Kecuali memang niatnya sedekah melalui pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara,” kata Khomeini dikutip dari akunnya @dr_koko28
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
-
Kejar Pembunuh di Dua Masa, Tunnel Jadi Drama Misteri yang Sulit Dilupakan
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!
-
1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat
-
3 Cushion Terlaris di Shopee dengan Rating Nyaris Sempurna, Bikin Wajah Flawless Seharian
-
Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Bahas Risiko Diamuk Massa, Mahalini Tolak Permintaan Tambah Lagu di Specteve 2026: Aku Capek Viral