/
Sabtu, 25 Maret 2023 | 17:12 WIB
Kisah Jusuf Hamka, Dulu Cuma Bercita-cita Jadi Tukang Parkir, Kini Jadi Bos Jalan Tol yang Super Kaya (Youtube LSPR TV)

NTB.Suara.com – Kisah hidup Jusuf Hamka selalu menarik. Salah satu orang terkaya di Indonesia yang terkenal dengan bos jalan tol ini ternyata dulu cuma bercita-cita jadi tukang parkir.

“Dulu cita-cita (saya) cuman jadi tukang parkir,” kata Yusuf Hamka saat bicara di depan mahasiswa London School Publik Relations, dikutip dari kanal Youtube LSPR TV, 11 Desember 2019 lalu, dikutip, Sabtu (25/3/2023).

Dia bercerita, suatu ketika dia masih sekolah di bangku SMA. Diperkirakan sekitar tahun 1970-an. Yusuf waktu itu belum mualaf. Nama aslinya Jauw A Loen, biasa dipanggil Alun. Dia baru mualaf ketika berusia 24 tahun pada tahun 1981.

Suatu hari Alun melintas di daerah Pasar Baru, Jakarta. Dia menanyai tukang parkir.

"Satu hari dapat berapa sih?” tanya Alun kepada sang tukang parkir.

Pria kelahiran 5 Desember 1957 itu mendapat pengakuan dari tukang parkir bahwa penghasilannya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per hari.

“Waktu itu satu mangkok bakmi hanya 300 perak (Rp300, red),” tandas dia.

Jadi kalau penghasilan dari parkir Rp10 ribu per hari, maka Alun pada waktu itu berpikir penghasilan dari tukang parkir setara 33 mangkok.

“Kalau saya makan sehari 3 mangkok, saya masih bisa save (simpan) 30 mangkok. Jadi tukang parkir saja itu udah cukup. Itu cita-cita saya waktu SMA,” jelas Jusuf.

Baca Juga: Oknum Mengaku Staf Khusus Gubernur NTB Diduga Tipu Perempuan Asal Kalteng Rp1 Miliar

Namun, kemudian dia bertanya-tanya kenapa orang-orang bisa sukses. Suatu hari dia ke toko buku, dan melihat buku cara menjadi orang sukses.

“Saya nggak punya uang. Waktu itu toko bukunya di Pasar Baru. Saya baca buku di sana bagaimana cara jadi orang sukses,” terangnya.

Dia mendapatkan intisari dari menjadi sukses adalah harus rajin bekerja, berdoa, dan jujur, serta sayang kepada orang tua sekaligus meminta ridho dan barokah dari orang tua.

“Dan saya memang bermimpi menjadi orang sukses. Saya waktu itu pesimis jadi orang sukses,” jelas Jusuf.

Walau begitu dia tetap ingin menjadi orang sukses. Pada usia 24 tahun dia mualaf, dituntun Buya Hamka, mantan ketua MUI.

Dia berbisnis triplek di Kalimantan. Usahanya tutup, kemudian usaha restoran hingga hotel, namun juga tutup.

Kemudian Jusuf sempat diajak kerja di pengeboran minyak. Hanya setahun, dia merasa tidak cocok hingga akhirnya undur diri.

Akhirnya, Jusuf bertemu dengan bisnis jalan tol. Dia menjadi Dirut PT Citramarga. Dia menyebut, penghasilan jalan tol sangat besar. Sehari saja, dari jalan tol dalam kota Jakarta yang dikelola Citramarga bisa menghasilkan Rp5,4 miliar.

Kini, pria yang biasa disapa dengan Babah Alun menjadi pemilik saham mayoritas. Kepemilikan sahamnya di PT Citramarga Nusapala Persada sebesar 80 persen.

Begitulah Muhammad Jusuf Hamka, pengusaha Tionghoa Muslim yang dulu hanya bercita-cita jadi tukang parkir, kini jadi bos jalan tol terbesar di Indonesia. Kekayaannya kini mencapai Rp15 triliun. (*)

Load More