NTB.Suara.com – Kisah hidup Jusuf Hamka selalu menarik. Salah satu orang terkaya di Indonesia yang terkenal dengan bos jalan tol ini ternyata dulu cuma bercita-cita jadi tukang parkir.
“Dulu cita-cita (saya) cuman jadi tukang parkir,” kata Yusuf Hamka saat bicara di depan mahasiswa London School Publik Relations, dikutip dari kanal Youtube LSPR TV, 11 Desember 2019 lalu, dikutip, Sabtu (25/3/2023).
Dia bercerita, suatu ketika dia masih sekolah di bangku SMA. Diperkirakan sekitar tahun 1970-an. Yusuf waktu itu belum mualaf. Nama aslinya Jauw A Loen, biasa dipanggil Alun. Dia baru mualaf ketika berusia 24 tahun pada tahun 1981.
Suatu hari Alun melintas di daerah Pasar Baru, Jakarta. Dia menanyai tukang parkir.
"Satu hari dapat berapa sih?” tanya Alun kepada sang tukang parkir.
Pria kelahiran 5 Desember 1957 itu mendapat pengakuan dari tukang parkir bahwa penghasilannya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per hari.
“Waktu itu satu mangkok bakmi hanya 300 perak (Rp300, red),” tandas dia.
Jadi kalau penghasilan dari parkir Rp10 ribu per hari, maka Alun pada waktu itu berpikir penghasilan dari tukang parkir setara 33 mangkok.
“Kalau saya makan sehari 3 mangkok, saya masih bisa save (simpan) 30 mangkok. Jadi tukang parkir saja itu udah cukup. Itu cita-cita saya waktu SMA,” jelas Jusuf.
Baca Juga: Oknum Mengaku Staf Khusus Gubernur NTB Diduga Tipu Perempuan Asal Kalteng Rp1 Miliar
Namun, kemudian dia bertanya-tanya kenapa orang-orang bisa sukses. Suatu hari dia ke toko buku, dan melihat buku cara menjadi orang sukses.
“Saya nggak punya uang. Waktu itu toko bukunya di Pasar Baru. Saya baca buku di sana bagaimana cara jadi orang sukses,” terangnya.
Dia mendapatkan intisari dari menjadi sukses adalah harus rajin bekerja, berdoa, dan jujur, serta sayang kepada orang tua sekaligus meminta ridho dan barokah dari orang tua.
“Dan saya memang bermimpi menjadi orang sukses. Saya waktu itu pesimis jadi orang sukses,” jelas Jusuf.
Walau begitu dia tetap ingin menjadi orang sukses. Pada usia 24 tahun dia mualaf, dituntun Buya Hamka, mantan ketua MUI.
Dia berbisnis triplek di Kalimantan. Usahanya tutup, kemudian usaha restoran hingga hotel, namun juga tutup.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Rumah Mewah di Sentul City Bogor Digeledah Gabungan Polri
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU