NTB.Suara.com - Ida Dayak atau bernama asli Ida Andriani semakin populer di seluruh penjuru Tanah Air, bahkan di luar negeri. Hal itu disebabkan kemampuannya dalam hal pengobatan tradisional menyembuhkan beragam penyakit.
Sering dipanggil Ida Dayak, maka orang menganggap bahwa perempuan tersebut merupakan orang Suku Dayak di Pulau Kalimantan. Apalagi, dalam menjalani ritual pengobatan selalu menggunakan pakaian adat suku tersebut.
Namun, setelah populer karena kesaktiannya menyembuhkan orang sakit, muncul pengakuan bahwa Ida Dayak merupakan orang asli Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Adalah Iwan Nataprawira, yang mengklaim sebagai adik dari Ida Andriani atau Ida Dayak. Bahkan, pengakuan dalam bentuk video berdurasi 04.37 detik tersebut diviralkan melalui media sosial Helo.
"Saya adiknya dari Ida Andriani, kami dari tujuh bersaudara. Jadi Kak Ida ini paling besar, baru kak Topan, Kak Indra, saya, ada adik saya Ari Widya Listyanti, dan Aliya Cintia," ucap Iwan Nataprawira, seperti dikutip dari pemilik akun Helo @Hanya Tamu DiHelo, Rabu (12/4/2023).
Dalam video tersebut, Iwan mengatakan bahwa keluarganya di Lombok, mengharapkan kedatangan Kak Ida ke Lombok karena banyak yang membutuhkan bantuannya.
"Saya mewakili keluarga dan seluruh masyarakat Lombok untuk bisa datang. Itu saja yang bisa saya sampaikan mohon Kak Ida merespon," pungkas Iwan.
Dalam video tersebut juga dituliskan bahwa Ida Dayak/Ida Andiani lahir pada 5 Mei 1975 di Dusun Darma Sari, Desa Sayang-Sayang.
Ida Dayak juga disebut lulus di SD 27 Cakranegara, Mataram, pada 1986, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 8 Rembiga, Mataram.
Baca Juga: Heboh Ormas di Kalideres Minta THR ke Perusahaan Dalih Amankan Wilayah, Pemprov DKI: Kan Bisa Tolak
Lalu, pada pada 1988, Ida Dayak putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya. Kemudian ikut merantau membantu bapak tirinya di Pulau Kalimantan berjualan obat dari pasar ke pasar.
Video tersebut telah disukai sebanyak 1,4 ribu kali dan dikomentari sebanyak 1,1 ribu kali hingga Rabu (12/4/2023) pukul 15.00 WIB. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
3 Cara Menghasilkan Uang dari HP Tanpa Modal untuk THR Lebaran, Terbukti Cuan Maksimal
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
4 Pelembab Bamboo, Perbaiki Skin Barrier Kulit Sensitif yang Mudah Iritasi
-
7 Serum Alpha Arbutin dan Niacinamide Ampuh Hempas Noda Hitam, Siap Glowing saat Lebaran
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Drama Kasus Tual: Kenapa Kapolda Maluku Kejar Tenggat Waktu Pelimpahan Berkas Bripda Siahaya?
-
Terungkap! 4 Fakta Pelarian 8 Tahanan Polres Way Kanan Berawal dari Tukang Kantin
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Selasa 24 Februari 2026, Cek Waktu Sahur hingga Berbuka!