NTB.Suara.com- Kasus yang menimpa Ikal Laskar Pelangi alias Zulfani Pasha menggegerkan publik.
Dia ditangkap lantaran mengacungkan senjata tajam samurai di jalanan dan melakukan tabrak lari terhadap seseorang, diketahui ternyata Zulfani Pasha juga melakukan penipuan dengan modus prostitusi online.
Diketahui bahwa ia dan sang istri membuka jasa Open BO di sebuah aplikasi hingga akhirnya mendapatkan seorang pelanggan dan melakukan pertemuan di sebuah hotel.
Namun, uang sebesar Rp 500 ribu justru dibawa lari oleh Zulfani, iztri dan rekannya. Korban pun merasa ditipu dan mengejar mereka. Zulfani pun mengacungkan samurai dengan maksud untuk menakuti korban.
Naasnya mobil yang ditumpangi Zulfani malah menabrak kendaraan lain. Korban tabrak lari itu pun lalu melaporkannya ke pihak kepolisian.
Atas perbuatan yang dilakukannya tersebut, pemeran Ikal Laskar Pelangi ini akhirnya meminta maaf. Ia meminta maaf terkait kasus penipuan melalui MiChat dengan modus prostitusi.
"Saya di sini, saya bersalah. Hanya memang dari awal saya tidak berniat melakukan tindakan kejahatan karena memang dipicu dengan faktor ekonomi mungkin," ungkap Zulfani Pasha.
Zulfani Pasha pun mengaku bahwa ia membantas menjual istrinya, Putri Amelia dalam prostitusi.
"Tidak, kalau menjual istri saya tegaskan tidak benar itu. Ya kita khilaf. Kita minta maaf untuk masalah itu," katanya lagi.
Disebutkan oleh Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, AKP Wawan Suryadinata bahwa ide melakukan penipuan itu muncul Ketika tersangka berada di tempat mertuanya karena ia tak punya uang sama sekali untuk membeli oleh-oleh.
"Untuk perencanaan dari Tanjung Pandan Belitung, yang bersangkutan belum kerendahan hal ini. Tetapi setelah sampai di Genting Apit (nama daerah) baru terpikir karena tidak ada barang yang dibawa," ungkap Wawan.
Akibat melakukan aksi penipuan via MiChat, Zulfani Pasha dan istrinya, Putri Amelia, serta rekan mereka yang bernama Andi diancam hukuman maksimal empat tahun penjara.(Ainul Yaqin/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?